faktakalbar

Suyanto Tanjung Pimpin MABT Indonesia, Targetkan Ekspansi Organisasi ke Jawa dan Sumatera

Penulis: Redaksi Wednesday, 11 February 2026 📖 1 menit
Suyanto Tanjung Pimpin MABT Indonesia, Targetkan Ekspansi Organisasi ke Jawa dan Sumatera
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Suyanto Tanjung resmi menahkodai Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Indonesi a untuk periode 2025-2030. Usai pelantikan yang berlangsung di Hotel Novotel Pontianak, Selasa (10/2/2026), ia langsung mencanangkan target strategis untuk membawa organisasi yang berpusat di Kalimantan Barat ini ke kancah nasional. Suyanto menegaskan bahwa pencantuman nama "Indonesia" dalam struktur organisasi bukan sekadar label, melainkan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) untuk melebarkan sayap kepengurusan ke seluruh nusantara. "Kenapa Indonesia? Karena memang kita akan menyebarluaskan organisasi ini ke seluruh Indonesia. Di mana kita utamakan dulu daerah-daerah yang banyak etnis Tionghoanya," tegas Suyanto Tanjung. Baca Juga:  Ria Norsan: MABT Bukan Sekadar Pelestari Budaya, Tapi Modal Stabilitas Daerah Sebagai langkah awal, Suyanto menyebut akan memprioritaskan konsolidasi internal di Kalimantan Barat sebagai pusat gerakan. Setelah solid, ekspansi akan segera dilakukan dengan menyasar kantong-kantong demografi Tionghoa di kota-kota besar di pulau Jawa dan Sumatera. "Baru kita akan ketemu dengan tokoh-tokoh kita, baik di Provinsi Kalimantan Barat dan provinsi besar lainnya termasuk di Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, Yogyakarta, Palembang dan di Bangka Belitung," rincinya. Selain target struktural, Suyanto menyoroti urgensi regenerasi nilai adat. Ia mengkhawatirkan jika pewarisan budaya terputus, generasi mendatang akan kehilangan identitas dan etika sosial yang diajarkan leluhur, khususnya terkait toleransi. "Jika memang anak-anak kita tidak kita ajarkan, tidak kita ingatkan betapa baiknya warisan leluhur ini, ini akan menjadi masalah ke depan," ujarnya. Ia menekankan bahwa tujuan akhir dari pelestarian budaya ini adalah memperkuat kohesi sosial di tengah keberagaman NKRI. "Salah satunya adalah saling harga menghargai sesama etnis yang ada di muka bumi. Nah itu yang paling penting," pungkas Suyanto. Baca Juga:  Terdakwa WNA China Kasus Pencurian 774 Kg Emas di Ketapang Kabur ke Entikong (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK