faktakalbar

Syarif Melvin Gelar Dialog, Serap Keluhan Sektor Perikanan dari Akademisi Polnep

Penulis: Redaksi Thursday, 09 October 2025 📖 2 menit
Syarif Melvin Gelar Dialog, Serap Keluhan Sektor Perikanan dari Akademisi Polnep
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Anggota DPD RI , Syarif Melvin, menggelar diskusi intensif dengan civitas akademika Program Studi Kelautan Politeknik Negeri Pontianak ( Polnep ). Pertemuan yang berlangsung pada Rabu (8/10/2025) ini menjadi wadah untuk menyuarakan berbagai isu krusial yang menghambat sektor kelautan dan perikanan Kalbar. Baca Juga: Anggota DPD RI Syarif Melvin Usulkan Pergantian Nama Bandara Supadio Menjadi Bandara Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie Sejumlah persoalan strategis, mulai dari kendala di dunia pendidikan vokasi hingga aturan yang memberatkan nelayan lokal, menjadi sorotan utama dalam diskusi yang digelar di Cafe 5 CM Universitas Tanjungpura tersebut. Pihak akademisi dari Polnep menyampaikan dua masalah utama yang menghambat proses belajar-mengajar dan riset. Pertama, fasilitas penunjang penelitian untuk program studi kelautan dinilai masih sangat minim. Keterbatasan ini menjadi hambatan serius bagi mahasiswa dan dosen dalam mengembangkan inovasi. Kedua, adalah masalah perizinan kapal latih milik Polnep yang belum bisa beroperasi optimal. Proses perizinan dari Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap disebut terkendala persyaratan administratif seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), padahal kapal tersebut murni digunakan untuk kegiatan pendidikan dan praktik lapangan mahasiswa. Selain masalah pendidikan, forum ini juga menyoroti kebijakan pemerintah pusat yang berdampak langsung pada nelayan dan pembudidaya ikan. Baca Juga: Petani Plasma Sungai Bulan Mengadu ke Sultan Pontianak, 10 Tahun Hak Terabaikan Salah satunya adalah migrasi perizinan kapal dari daerah ke pusat sesuai Permen KKP No. 19 Tahun 2021. Akibatnya, banyak kapal nelayan, termasuk kapal pancing, tidak dapat beroperasi di atas 12 mil laut karena izin mereka belum terintegrasi ke sistem pusat (OSS-RBA). Selain itu, minimnya subsidi pakan untuk pembudidaya ikan air tawar juga dikeluhkan, menyebabkan daya saing petani ikan menurun dan banyak yang gulung tikar. Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Syarif Melvin menegaskan komitmennya untuk membawa dan memperjuangkan seluruh aspirasi ini ke tingkat pusat, khususnya kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Ia menilai perlu ada evaluasi terhadap aturan yang justru menyulitkan pelaku di lapangan. “Kita ingin aturan-aturan teknis yang dibuat pemerintah pusat tidak justru mematikan semangat nelayan, pelaku usaha kecil, maupun lembaga pendidikan yang sedang berjuang mencetak tenaga ahli kelautan,” ucap Syarif Melvin. Pertemuan ini diakhiri dengan harapan agar sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan pelaku usaha dapat diperkuat untuk mewujudkan tata kelola sektor kelautan dan perikanan Kalbar yang adil dan berkelanjutan. Baca Juga: Jaga Kelestarian dan Ekonomi, KKP-DPR RI Edukasi Pelaku Usaha Budidaya Ikan Arwana di Kalbar (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK