Tabir Dibalik Robohnya Pesantren Al Khoziny Sidoarjo
Faktakalbar.id, OPINI -
Peristiwa robohnya bangunan
Pesantren Al Khoziny
di Sidoarjo menjadi pelajaran pahit tentang bagaimana sebuah niat baik bisa berujung petaka ketika aspek teknis diabaikan.
Menurut informasi yang berkembang dari berita yang dilansir oleh
www.detik.com
ada sejumlah hal yang patut dicermati.
Baca Juga:
Tragedi Musala Ponpes Al Khoziny: Korban Jiwa Bertambah Jadi 14 Orang, 49 Santri Masih Dicari
Pertama, desain awal bangunan hanya untuk satu lantai, namun dalam pelaksanaan berubah menjadi tiga lantai.
Perubahan besar ini jelas menuntut perhitungan ulang pada daya dukung pondasi, dimensi kolom, balok, serta tulangan.
Jika pondasi hanya dirancang menahan beban
satu lantai
, maka membebaninya hingga tiga kali lipat bagaikan memaksa tubuh kurus memikul beban raksasa.
Kedua, proses belajar yang tetap berjalan di tengah pengecoran juga menimbulkan masalah tersendiri.
Beton membutuhkan waktu minimal 21 hari agar benar-benar berfungsi sebagai struktur.
Jika dalam masa kritis itu bangunan sudah dipaksa menahan aktivitas, risiko keretakan dan kegagalan struktur semakin besar.
Baca Juga:
Lima Korban Selamat Ditemukan di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
Ketiga, bangunan ternyata tidak memiliki IMB atau PBG. Artinya, sebelum berdiri, gedung ini tidak melalui kajian teknis resmi dari instansi berwenang.
Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat bahwa pembangunan dilakukan secara swakelola, hanya mengandalkan tenaga tukang tanpa pendampingan tenaga teknis profesional.
Dari rangkaian fakta tersebut,
robohnya
bangunan bukan sekadar musibah, melainkan cermin dari lemahnya kesadaran akan pentingnya standar konstruksi.
Membangun gedung bukan hanya soal berdiri megah, melainkan soal keselamatan jiwa yang berteduh di dalamnya.
Tragedi ini seharusnya membuka mata semua pihak: bahwa setiap pembangunan, terlebih yang menampung aktivitas pendidikan, harus dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai aturan teknis.
Sebab dalam dunia konstruksi, kelalaian kecil sekalipun bisa berujung kehilangan besar.
Baca Juga:
Tragedi Ambruknya Ponpes Al Khoziny, Kepala BNPB Tinjau Langsung dan Salurkan Bantuan
Oleh:
Mei Purwowidodo
*Disclaimer:
Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis. Isi, pandangan, dan substansi di dalamnya bukan merupakan tanggung jawab atau sikap resmi redaksi Faktakalbar.id.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.