faktakalbar

Tak Dilibatkan, Wagub Kalbar Kecewa dan Ancam Boikot Pelantikan Pejabat Eselon 2

Penulis: Redaksi Thursday, 04 December 2025 📖 1 menit
Tak Dilibatkan, Wagub Kalbar Kecewa dan Ancam Boikot Pelantikan Pejabat Eselon 2
Faktakalbar.id, PONTIANAK - Ketegangan terjadi di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menjelang agenda rotasi pejabat. Pemerintah Provinsi rencananya akan menggelar pelantikan pejabat eselon 2 di Kantor Gubernur pada Jumat (5/12/2025). Namun, rencana tersebut mendapat respons keras dari Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan. Baca Juga: Sebut Desa ‘Denyut Nadi’ Pembangunan, Krisantus Warning Perangkat Desa Soal Jebakan Hoaks Krisantus menyatakan kemarahannya karena merasa tidak dilibatkan sama sekali dalam proses tersebut. Ia menilai dirinya dikesampingkan dalam pengambilan keputusan strategis terkait pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama tersebut. “Saya tidak akan hadir besok! Saya kecewa sebagai Wagub saya sama sekali tidak dilibatkan dalam proses dan sama sekali tidak mengetahui bagaimana pejabat eselon 2 itu bisa dilantik besok,” tegas Krisantus, Kamis (4/12/2025). Masalah Administrasi Surat Krisantus mengungkapkan bahwa secara administratif, ia merasa tidak dianggap. Hal ini terlihat dari surat resmi yang dikeluarkan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalbar. Meskipun ia menerima undangan fisik, surat keputusan atau pemberitahuan resmi dari BKD tidak mencantumkan tembusan kepada dirinya maupun asisten. “Yang ada tembusan dari Kepala Plt BKD Kalbar hanya kepada Gubernur Kalbar dan Sekda Kalbar. Undangan saya terima tapi surat dari BKD sama sekali tidak ada tembusan ke saya. Saya sama sekali tidak dianggap,” jelasnya. Ancam Tidak Akui Pejabat Baru Akibat situasi ini, Krisantus menegaskan sikapnya untuk tidak menghadiri agenda tersebut. Lebih jauh, ia menyatakan tidak akan mengakui para pejabat yang akan dilantik jika prosesnya tetap berjalan tanpa koordinasi yang baik dengan dirinya sebagai unsur pimpinan daerah. Baca Juga: Tak Sengaja Bertemu, Sutarmidji dan Krisantus Ngopi Bareng di Novotel Sikap ini diambil sebagai bentuk protes keras terhadap mekanisme pelantikan pejabat eselon 2 yang dinilai tidak transparan di internal Pemprov. “Tidak akan saya anggap, saya kecewa sama sekali tidak dilibatkan. Saya marah besar,” tutupnya. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK