faktakalbar

Ubah Lahan Tidur Jadi Lumbung Pangan, Krisantus Tanam Padi Perdana di Lahan CSR Bengkayang

Penulis: Redaksi Sunday, 30 November 2025 📖 1 menit
Ubah Lahan Tidur Jadi Lumbung Pangan, Krisantus Tanam Padi Perdana di Lahan CSR Bengkayang
Faktakalbar.id, BENGKAYANG - Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk menyulap lahan tidur menjadi area produktif terus digencarkan. Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, memimpin langsung Gerakan Tanam Padi di kawasan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Kelompok Tani Pejaor, Dusun Sujah, Desa Sahan , Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang, Kamis (27/11/25). Baca Juga:   Tak Sengaja Bertemu, Sutarmidji dan Krisantus Ngopi Bareng di Novotel Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB ini merupakan implementasi nyata dari Program Gema Membangun Desa. Krisantus menegaskan bahwa pembukaan lahan baru melalui program CSR adalah strategi kunci untuk mengejar target swasembada pangan di tengah ancaman krisis pangan global. "Kami berterima kasih kepada Kementerian Pertanian yang telah mengalokasikan program Cetak Sawah Rakyat di Kalbar, termasuk di Bengkayang. Program ini diharapkan mampu membuka lahan baru yang produktif dan meningkatkan ketahanan pangan daerah," ujar Krisantus. Tidak hanya membuka lahan, pemerintah juga memastikan ketersediaan amunisi bagi para petani. Tahun ini, Pemprov Kalbar mengalokasikan bantuan benih padi melalui APBD untuk total luas 1.700 hektare se-Kalimantan Barat. Baca Juga:   RS Bethesda Serukam Bengkayang Terbakar Siang Ini, Asap Tebal Membumbung dari Atap Khusus untuk Kabupaten Bengkayang, jatah benih yang dikucurkan mencakup area seluas 300 hektare. Krisantus memberikan wanti-wanti agar bantuan tersebut tidak disia-siakan. "Saya berharap benih yang sudah dibagikan benar-benar ditanam dan dirawat agar hasil panennya optimal," tegasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar, Florentinus Anum, menilai program ini strategis karena memberikan akses petani terhadap aset produksi baru. “Cetak sawah rakyat ini menjadi langkah penting untuk menambah luas tanam dan memastikan petani memiliki lahan yang produktif. Kami akan terus melakukan pendampingan agar pengelolaannya berkelanjutan,” tambah Anum. Optimisme ini didukung oleh potensi alam Kalbar yang besar. Dengan sinergi antara pembukaan lahan (ekstensifikasi) dan penggunaan teknologi pertanian modern (intensifikasi), Bengkayang diharapkan dapat menjadi salah satu lumbung padi andalan di Kalimantan Barat. (ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK