faktakalbar

Tandai Berakhirnya Cap Go Meh 2026, 40 Replika Naga Jalani Ritual Pembakaran di Kubu Raya

Penulis: Redaksi Thursday, 05 March 2026 📖 2 menit
Tandai Berakhirnya Cap Go Meh 2026, 40 Replika Naga Jalani Ritual Pembakaran di Kubu Raya
Faktakalbar.id, KUBU RAYA - Seluruh rangkaian kegiatan perayaan festival Cap Go Meh tahun 2026 di wilayah Kabupaten Kubu Raya secara resmi berakhir pada hari Rabu (4/3/2026). Rangkaian penutup perayaan kebudayaan tahunan tersebut ditandai dengan pelaksanaan sebuah prosesi sakral, yakni ritual pembakaran naga di Kubu Raya. Baca Juga: 100 Petugas DLH Diterjunkan, 13 Truk Angkut Tumpukan Sampah Cap Go Meh Singkawang 2577 Kongzili Berdasarkan laporan di lapangan, terdapat sebanyak 40 unit replika naga yang diikutsertakan dan menjalani prosesi pembakaran dalam acara puncak ini. Kegiatan ritual kebudayaan tersebut dipusatkan di area Taman Pemakaman Yayasan Bhakti Suci. Lokasi pemakaman ini secara administratif terletak di kawasan Jalan Adi Sucipto, wilayah Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Rangkaian acara puncak penutupan Cap Go Meh ini dilaporkan mulai dilaksanakan pada siang hari, tepatnya pada pukul 12.00 WIB. Prosesi pembakaran naga di Kubu Raya ini sontak menyedot perhatian yang sangat besar dari masyarakat luas. Ribuan warga dari berbagai kalangan tampak antusias dan memadati area sekitar lokasi pembakaran sejak pagi hari untuk menyaksikan langsung momen sakral yang hanya digelar setahun sekali tersebut. Meskipun area Taman Pemakaman Yayasan Bhakti Suci dipadati oleh lautan massa berskala besar, prosesi pemusnahan replika naga ini secara umum dapat berlangsung dengan sangat tertib. Kelancaran dan kekhidmatan acara budaya ini tidak terlepas dari tingginya sinergitas antarelemen yang terlibat. Baca Juga: Libatkan 803 Aparat Gabungan, Pengamanan Cap Go Meh Singkawang 2026 Berjalan Kondusif Petugas keamanan, pihak panitia penyelenggara, serta masyarakat umum yang hadir dinilai mampu bekerja sama dengan baik, sehingga prosesi sakral tersebut berjalan mulus tanpa adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kasatgas Humas Liong Kapuas, AKBP Prinanto, menegaskan bahwa kehadiran aparat keamanan di lokasi acara merupakan bentuk nyata dari komitmen Polri. Pihak kepolisian hadir untuk menjamin kebebasan beragama sekaligus memastikan kelestarian budaya lokal di Kalimantan Barat tetap terjaga dengan baik. "Kami menerjunkan personel di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi kepadatan arus serta potensi gangguan keamanan. Fokus utama kami adalah memastikan masyarakat dapat menjalankan tradisi ini dengan aman dan nyaman. Kami sangat mengapresiasi masyarakat yang telah bekerja sama menjaga ketertiban sehingga prosesi pembakaran 40 naga ini berlangsung khidmat dan kondusif hingga selesai," ujar Prinanto. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK