faktakalbar

Tanggap Bencana, Relawan PMR Dilatih Tangani Situasi Darurat Kebakaran

Penulis: Redaksi Saturday, 26 April 2025 📖 2 menit
Tanggap Bencana, Relawan PMR Dilatih Tangani Situasi Darurat Kebakaran
Faktakalbar.id, PONTIANAK - Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak menyelenggarakan pelatihan penanganan kebakaran yang melibatkan para pelajar anggota Palang Merah Remaja (PMR) dan relawan muda. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman serta keterampilan langsung dalam menghadapi situasi darurat kebakaran. Para peserta mendapat pelatihan tentang penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), penanganan api akibat tabung gas, hingga cara evakuasi dan tindakan darurat lain yang bisa dilakukan saat kebakaran terjadi. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menekankan pentingnya kesiapan menghadapi bencana, baik alam maupun non-alam seperti banjir dan kebakaran. Baca Juga: Disperpusip Pontianak Komitmen Tingkatkan Literasi dan Kearsipan Berkualitas “Pelatihan seperti ini sangat penting, karena bencana bisa terjadi kapan saja. Ketenangan dan pengetahuan menjadi kunci untuk mengambil keputusan cepat dan tepat,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa keberanian dan kemanusiaan harus disertai kecerdasan dan keselamatan diri. "Saat terjadi bencana, termasuk kebakaran, jangan panik. Keputusan harus diambil dalam hitungan detik, bukan jam. Kita harus punya jiwa kemanusiaan dan keberanian untuk bertindak, tetapi tetap dengan kecerdasan dan keselamatan diri sebagai prioritas," tambahnya. Edi mengungkapkan masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya peran APAR dalam pencegahan kebakaran. “APAR di rumah atau gedung sering hanya jadi pajangan. Padahal, harus dicek minimal setahun sekali agar siap digunakan saat dibutuhkan,” katanya. Ia juga mengingatkan pentingnya kesadaran terhadap potensi bahaya lain saat bencana, seperti kemunculan hewan buas. "Kita harus mengenali karakteristik bahaya, termasuk hewan seperti ular, agar bisa mengatasinya dengan cara yang tepat tanpa panik," ujarnya. Wali Kota juga berpesan agar relawan tetap memperhatikan keselamatan diri saat membantu orang lain. "Jangan sampai kita yang menolong justru menjadi korban," tegasnya. Wakil Ketua Bidang Bantuan Bencana PMI Kota Pontianak, AKBP Purn Syarifah Salbiah, menyampaikan bahwa pelatihan ini diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai sekolah. “Tujuan utama pelatihan ini adalah meningkatkan kesiapsiagaan relawan muda dalam menghadapi bencana, terutama kebakaran,” jelasnya. Ia menyebutkan, pelatihan mencakup teori dan praktik langsung di lapangan, mulai dari evakuasi korban, penggunaan masker dan oksigen, hingga teknik menggunakan APAR. "Setelah menerima penjelasan teori, mereka juga akan mempraktikkan apa yang telah dipelajari secara langsung," ujarnya. Baca Juga: Disperpusip Pontianak Komitmen Tingkatkan Literasi dan Kearsipan Berkualitas Selain pelatihan penanganan kebakaran, PMI Kota Pontianak juga mengembangkan program edukasi teman sebaya dan partisipasi dalam kegiatan kemanusiaan lainnya. Salah satu peserta pelatihan, Putri Ramadanti dari SMK SMTI Pontianak, menyampaikan rasa antusiasnya. "Saya baru pertama kali ikut pelatihan seperti ini, dan saya merasa senang sekali. Banyak hal yang saya pelajari, seperti cara menggunakan APAR dan teknik memadamkan api, bahkan dengan satu jari," katanya. Putri berencana untuk membagikan ilmu yang diperoleh kepada teman-temannya di sekolah. "Saya yakin manfaat dari pelatihan ini sangat besar, tidak hanya untuk saya, tetapi juga untuk orang-orang di sekitar saya," tutupnya. (ra/prokopim) Baca Juga: Bank Kalbar Dapat Kuota KUR Rp700 Miliar, Siap Salurkan Hingga Rp1 Triliun di 2025

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK