Target 6 Hari Rampung, 400 Verifikator Gabungan Sisir Lokasi Bencana Aceh Tamiang
Faktakalbar.id, ACEH TAMIANG –
Sebanyak 400 personel gabungan yang terdiri dari mahasiswa, Praja
IPDN
, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) resmi diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pendataan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang.
Tim ini bertugas sebagai enumerator untuk mempercepat penanganan darurat bansor (banjir dan longsor) di wilayah Sumatera.
Baca Juga:
Gandeng Swasta dan Kementerian, BNPB Pastikan Ribuan Huntara di Aceh Tamiang Berada di Zona Aman
Pengerahan ratusan personel ini diawali dengan pembekalan teknis yang digelar di Kantor DPRK Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Pelibatan unsur akademisi dan calon aparatur negara ini merupakan instruksi langsung
Menteri Dalam Negeri
, Tito Karnavian, untuk merespons dampak bencana yang luas.
Deadline Ketat
Tim gabungan ini bekerja dengan target waktu yang sangat ketat. Mereka harus menyelesaikan verifikasi data kerusakan di seluruh kecamatan terdampak dalam waktu kurang dari satu minggu.
“Calon verifikator/enumerator ini akan segera melaksanakan tugasnya setelah susunan tim pelaksana per kecamatan terbentuk. Dengan adanya tim perbantuan dari Kemendagri dan gabungan mahasiswa, proses validasi dan verifikasi ditarget dapat dirampungkan dalam waktu enam hari,” ungkap pihak BNPB.
Kolaborasi Kampus
Operasi penanganan darurat bansor ini melibatkan banyak institusi pendidikan. Mahasiswa yang terlibat berasal dari Universitas Malikussaleh, Universitas Samudra, UIN Sunan Lhokseumawe, Universitas Syiah Kuala, hingga Poltekkes Cut Nyak Dhien Langsa. Mereka akan bekerja di bawah supervisi teknis dari tenaga ahli BNPB.
Baca Juga:
Kejar Target Sebelum Puasa, BNPB Kebut Pembangunan 2.299 Huntara di Aceh Tamiang
Dalam pembekalan tersebut, Fungsional Ahli Madya BNPB Swasono Pudji Raharjo dan Tenaga Ahli Kepala BNPB Syavera memberikan materi teknis penilaian kerusakan agar data yang dihasilkan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan perguruan tinggi ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat Aceh Tamiang.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.