Terbaru! Studi Harvard Ungkap Berapa Jumlah Langkah Kaki Harian Ideal untuk Kesehatan Otak
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Target jalan kaki harian sebanyak 10.000 langkah telah lama dianggap sebagai standar emas untuk kebugaran.
Angka ini sering dipercaya sebagai kunci utama kesehatan fisik dan mental.
Padahal, angka 10.000 langkah ini sebenarnya berakar dari kampanye pemasaran di Jepang, bukan dari dasar ilmiah yang kuat.
Temuan baru dari peneliti Harvard kini hadir untuk menantang mitos tersebut.
Riset terbaru menunjukkan bahwa jumlah langkah yang jauh lebih sedikit terbukti dapat membantu menjaga ketajaman otak seiring bertambahnya usia.
Temuan Baru Harvard: Langkah Lebih Sedikit Cegah Alzheimer
Studi-studi modern sudah lama menunjukkan bahwa meski bergerak lebih banyak itu baik, tidak ada keajaiban kesehatan yang mutlak di balik angka 10.000 langkah.
Riset terbaru dari Harvard Medical School justru mengungkapkan angka yang lebih kecil, yang berkaitan khusus dengan kesehatan otak.
Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal
Nature Medicine
pada 3 November 2025, para ilmuwan menemukan bahwa berjalan kaki lebih sedikit dari 10.000 langkah sehari tetap mampu menurunkan risiko penurunan kognitif dan Alzheimer secara signifikan.
Hasil ini menunjukkan bahwa Target Jalan Kaki Harian yang ideal untuk otak mungkin tidak setinggi yang diperkirakan.
Manfaat Jalan Kaki untuk Lansia (Studi HABS)
Untuk memahami bagaimana jalan kaki memengaruhi penuaan otak, peneliti menganalisis hampir 300 orang berusia 50–90 tahun dari Harvard Aging Brain Study (HABS).
Penelitian ini dilakukan selama lebih dari satu dekade.
Para peserta dipantau aktivitas fisiknya dengan pedometer dan menjalani tes kemampuan berpikir serta memori secara rutin selama 14 tahun.
Sebagian peserta juga mengikuti pemindaian PET untuk mendeteksi penanda Alzheimer.
Hasilnya, bagi peserta yang sudah memiliki tanda awal penurunan kognitif, berjalan kaki memberikan efek yang sangat besar.
Mereka tidak perlu mencapai 10.000 langkah sehari. Bahkan, dengan jumlah langkah di bawah 10.000 sudah bisa mendapatkan beragam manfaat:
3.000–5.000 langkah per hari: Dapat menunda penurunan fungsi mental hingga 3 tahun.
5.000–7.500 langkah per hari: Berpotensi memperlambat penurunan mental hingga 7 tahun.
Manfaat tambahan tidak terlalu signifikan pada jumlah langkah di atas 7.500.
3.000 Langkah Mencegah Penumpukan Protein
Dilansir dari
Psychology Today
, pemantauan panjang ini memperlihatkan pola yang cukup tegas mengenai hubungan antara kebiasaan berjalan dan kesehatan otak.
Pada kelompok lansia yang jarang bergerak, yang rata-rata berjalan kurang dari 3.000 langkah sehari, peneliti menemukan penumpukan protein tau di otak terjadi jauh lebih cepat.
Penumpukan protein ini merupakan tanda awal penyakit Alzheimer.
Seiring waktu, kelompok ini juga menunjukkan penurunan memori dan kemampuan berpikir yang lebih tajam dalam sembilan tahun pemantauan.
Kabar baiknya, sedikit peningkatan aktivitas fisik memberi dampak besar.
Mereka yang berjalan antara 3.001 hingga 5.000 langkah sehari mengalami perlambatan penurunan fungsi kognitif sekitar tiga tahun.
Manfaatnya bahkan lebih besar pada kelompok yang melangkah 5.001–7.000 langkah per hari, dengan rata-rata perlambatan penurunan mental hingga tujuh tahun.
Ini membuktikan bahwa Jalan Kaki Cegah Alzheimer efektif bahkan dalam jumlah yang moderat.
Peneliti Harvard dan salah satu penulis studi, Wai-Ying Wendy Yau, menyatakan kegembiraannya.
"Yang menggembirakan, sedikit saja aktivitas fisik sudah memberikan manfaat,” ujarnya.
Sementara itu, penulis senior penelitian, Jasmeer Chhatwal, menekankan pentingnya intervensi awal.
“Perubahan gaya hidup sederhana bisa membantu menunda munculnya gejala jika dilakukan sejak dini,” tambahnya.
(*Drw)
Tag:
#kesehatan otak
#mitos 10000 langkah
#Target Jalan Kaki Harian
#Jalan Kaki Cegah Alzheimer
#Riset Harvard
#Penurunan Kognitif
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.