faktakalbar

Tekan Risiko Karhutla Berulang, Warga Punggur Kecil Kubu Raya Diberi Edukasi Bahaya Asap

Faktakalbar.id - Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 mengintensifkan edukasi bahaya pembakaran lahan serta sosialisasi layanan darurat kepada warga Desa Punggur Kecil, Kabupaten Kubu Raya pada Jumat, 11 September 2026. Langkah edukasi lapangan ini m…

Penulis: Natash Sunday, 13 September 2026 📖 1 menit
Tekan Risiko Karhutla Berulang, Warga Punggur Kecil Kubu Raya Diberi Edukasi Bahaya Asap
Petugas memberikan edukasi pencegahan pembakaran lahan dan sosialisasi panggilan darurat 110 kepada warga Desa Punggur Kecil Kubu Raya. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 mengintensifkan edukasi bahaya pembakaran lahan serta sosialisasi layanan darurat kepada warga Desa Punggur Kecil, Kabupaten Kubu Raya pada Jumat, 11 September 2026.

Langkah edukasi lapangan ini menyasar warga di Dusun Nusa Indah sebagai upaya preventif memutus mata rantai pembakaran lahan tradisional saat kemarau.

Masyarakat diingatkan secara tegas untuk menunda segala aktivitas pembersihan lahan dengan cara dibakar guna menghentikan penambahan titik asap.

Warga diajak aktif memeriksa sisa pembuat api di sekitar pemukiman dan wajib melapor jika menemukan potensi titik api menyala melalui call center Polri 110.

Layanan panggilan darurat tersebut disiapkan untuk mempercepat respons tim pemadam gabungan sebelum api merambat luas ke area perbukitan dan pemukiman.

"Pencegahan karhutla harus dilakukan sejak sebelum api muncul. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membiarkan sumber api tanpa pengawasan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api," kata Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Ade.

Dampak buruk ancaman karhutla terbukti merusak tatanan sosial, mengganggu roda ekonomi, serta menurunkan tingkat kesehatan paru-paru warga perdesaan.

Pendekatan dialogis ini diterapkan agar kesadaran masyarakat terbentuk tanpa harus menunggu jatuhnya tindakan penegakan hukum dari aparat keamanan.

Aparat mengingatkan bahwa kelalaian kecil dalam membuang puntung atau membakar sampah dapat memicu krisis kabut asap skala daerah.

"Dampak karhutla dirasakan langsung masyarakat, mulai dari kesehatan hingga aktivitas sosial dan ekonomi. Karena itu, pencegahan dan penangannya membutuhkan keterlibatan bersama agar masyarakat tidak hanya terlindungi dari api dan asap, tetapi juga mendapatkan dukungan untuk kembali menjalani aktivitas secara normal," tegas Ade.

Partisipasi aktif warga dalam memberikan informasi dini menjadi kunci utama keberhasilan pencegahan karhutla di kawasan rawan gambut.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK