Progres Tembus 74 Persen, Utusan Istana dan Kemenkes 'Turun Gunung' Cek Fisik RSUD Kubu Raya
Faktakalbar.id, KUBU RAYA -
Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah
(RSUD) Tuan Besar Syarif Idrus
(TBSI) di
Rasau Jaya
mendapat atensi serius dari pemerintah pusat.
Tak tanggung-tanggung, tim gabungan dari Kantor Staf Presiden (
KSP
) dan Kementerian Kesehatan (
Kemenkes
) RI turun langsung ke lokasi untuk melakukan verifikasi faktual, Selasa (26/11/25).
Baca Juga:
Marak Kejahatan Siber, Polres Kubu Raya Bagikan Tips Ampuh Hindari Penipuan Online
Kedatangan rombongan pusat ini disambut langsung oleh Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto.
Kunjungan ini dipimpin oleh Direktur Fasilitas Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI, Ghotama Airlangga, serta Tenaga Ahli Utama Kedeputian III Kantor Staf Presiden, Lindsey Afsari Puteri.
Agenda utama kedatangan "utusan istana" ini adalah melakukan verifikasi lapangan Pelaksanaan
Primary Health Technology Center
(PHTC).
Langkah ini krusial untuk memastikan bahwa klaim progres pembangunan yang dilaporkan sesuai dengan fakta di lapangan, baik dari segi volume maupun kualitas konstruksi.
"Pembangunan RSUD TBSI kini mencapai 74 persen, menandai percepatan dalam penyediaan layanan kesehatan bagi masyarakat,"
ungkap data yang dipaparkan dalam pertemuan tersebut.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan teknis mengenai capaian pembangunan di ruang rapat, yang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan konstruksi fisik.
Verifikasi ini menjadi instrumen pengendali mutu (
quality control
) tingkat tinggi untuk menjamin kesiapan operasional rumah sakit kebanggaan Kubu Raya tersebut.
Baca Juga:
Warning Sujiwo ke Operator Desa: Awas Titipan Politik dan Keluarga, Jangan Sampai ‘Si Kaya’ Terima Bansos!
Dalam peninjauan tersebut, turut hadir jajaran Dinas Kesehatan, Inspektorat daerah, Direktur RSUD TBSI, serta perwakilan PT Waskita selaku kontraktor pelaksana proyek.
Sinergi lintas sektoral ini diharapkan mampu mendorong penyelesaian rumah sakit tepat waktu agar segera dapat dimanfaatkan untuk pelayanan kesehatan rujukan bagi masyarakat luas.
(ra)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.