faktakalbar

Tembus Rp1,55 Triliun, Realisasi Investasi Kota Pontianak 2025 Lampaui Target

Penulis: Redaksi Wednesday, 11 February 2026 📖 2 menit
Tembus Rp1,55 Triliun, Realisasi Investasi Kota Pontianak 2025 Lampaui Target
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Kinerja ekonomi di Ibu Kota Kalimantan Barat menunjukkan tren positif sepanjang tahun lalu. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat realisasi Investasi Kota Pontianak pada tahun 2025 berhasil menembus angka Rp1,55 triliun. Angka capaian tersebut melampaui target yang telah ditetapkan, baik oleh pemerintah provinsi maupun pemerintah kota. Baca Juga: Pemkot Pontianak Tingkatkan Pelayanan Publik Lewat Mal Pelayanan Publik dan Klinik Investasi Berdasarkan data, target dari Provinsi Kalimantan Barat untuk Kota Pontianak sebesar Rp910,24 miliar berhasil terealisasi sebesar 170,4 persen. Sementara itu, target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Kota Pontianak sebesar Rp561,05 miliar, terlampaui secara signifikan hingga mencapai 276,4 persen. Kepala DPMPTSP Kota Pontianak, Erma Suryani, menjelaskan bahwa capaian ini menjadi indikator bahwa kepercayaan investor terhadap Kota Pontianak masih sangat tinggi meskipun situasi ekonomi global terus berubah. “Iklim usaha di Pontianak semakin sehat dan transparan. Meski realisasi investasi 2025 turun 6,9 persen dibandingkan 2024, capaian target tetap sangat tinggi,” terang Erma Suryani, Rabu (11/2/2026). Struktur investasi tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan yang menarik pada sektor Penanaman Modal Asing (PMA). Sektor ini mengalami kenaikan sebesar 78,9 persen dengan nilai mencapai Rp373,09 miliar. Kendati demikian, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih menjadi penopang utama dengan kontribusi sebesar Rp1,17 triliun. Aktivitas ekonomi ini berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja sebanyak 81.137 orang. Dilihat dari sebaran wilayah, Kecamatan Pontianak Tenggara menjadi primadona bagi para investor. Wilayah ini mencatatkan nilai investasi tertinggi sebesar Rp490,7 miliar atau menyumbang 31,2 persen dari total Investasi Kota Pontianak. Baca Juga: Sumbang APBD Rp17 Miliar, PDAM Pontianak Siapkan Investasi IPAL Rp120 Miliar Hal ini mengindikasikan adanya pemerataan pembangunan yang cukup baik antarwilayah. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 19.428 unit usaha baru tumbuh di kota ini. Kecamatan Pontianak Kota menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 24,9 persen, disusul oleh Pontianak Barat dan Pontianak Selatan. Jenis usaha perdagangan eceran makanan, minuman, dan tembakau mendominasi dengan jumlah 961 usaha, diikuti oleh usaha kedai makanan serta industri produk roti dan kue. Secara sektoral, bidang perdagangan mencatatkan nilai investasi tertinggi sebesar Rp430,1 miliar. Posisi kedua ditempati oleh sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mencapai Rp374,7 miliar, sedangkan sektor pariwisata menyusul dengan nilai Rp293,9 miliar. Peningkatan nilai investasi ini juga dibarengi dengan naiknya kesadaran pelaku usaha dalam hal administrasi. Jumlah Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang masuk mencapai 5.417 laporan, naik 68 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam hal pelayanan, DPMPTSP telah memproses 7.658 dokumen perizinan melalui berbagai sistem, termasuk OSS-RBA. Guna menjaga momentum ini, DPMPTSP berkomitmen melanjutkan program pengawasan dan jemput bola perizinan bagi pelaku usaha risiko rendah di enam kecamatan. Pemerintah optimis langkah ini akan memperkuat daya saing daerah. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK