Temui Demonstran, Gubernur Ria Norsan Beberkan Konflik Sosial di Air Upas Ketapang
Faktakalbar.id, PONTIANAK —
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, bersama Wakil Gubernur
Krisantus Kurniawan
turun langsung menemui massa pengunjuk rasa di lingkungan Kantor Gubernur Kalimantan Barat pada Senin (27/4/2026).
Kehadiran pimpinan daerah ini bertujuan untuk memberikan klarifikasi terbuka dan meredam ketegangan terkait sejumlah isu krusial yang disuarakan mahasiswa, di mana salah satu tuntutan utama menyoroti penanganan konflik sosial di Air Upas.
Baca Juga:
37 Rentetan Teror di Air Upas Tak Tuntas, FOMDA Kalbar Curiga Ada Pihak yang Dilindungi
Dalam dialog tatap muka bersama perwakilan demonstran tersebut, Ria Norsan secara tegas menjelaskan akar permasalahan dari insiden yang terjadi di wilayah Kabupaten Ketapang tersebut.
Menurutnya, peristiwa itu bukanlah murni konflik antarwarga biasa, melainkan dampak dari masalah persaingan usaha yang memicu kecemburuan sosial dan berujung pada aksi adu domba di tengah masyarakat setempat.
"Ini adalah masalah ketertiban di masyarakat yang berkaitan dengan dunia usaha. Kita harus hati-hati menanganinya karena melibatkan masyarakat kita sendiri. Jangan sampai mudah diadu domba," ujar Gubernur di hadapan massa aksi.
Terkait insiden pembakaran fasilitas gudang di wilayah tersebut, Gubernur menambahkan sebuah fakta baru di lapangan.
Ia menyebutkan bahwa pascainsiden pembakaran gudang tersebut, justru terjadi penurunan angka kasus pencurian buah sawit secara signifikan di wilayah sekitar.
Meski demikian, pemerintah provinsi menegaskan bahwa setiap tindakan yang melanggar hukum harus diproses secara adil. Saat ini, penanganan konflik sosial di Air Upas telah sepenuhnya diserahkan dan ditangani oleh pihak Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat untuk proses hukum lebih lanjut.
Pihak kepolisian dilaporkan telah menahan dua orang terduga pelaku yang terbukti terlibat, sementara satu orang terduga pelaku lainnya yang berinisial J masih dalam status buron dan terus diburu oleh aparat penegak hukum.
Baca Juga:
Desak Pengusutan Kasus Pembakaran Rumah di Air Upas, Massa Solmadapar Gelar Aksi di Kantor Gubernur Kalbar
Di penghujung pertemuan, Ria Norsan mengajak seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat untuk selalu mengedepankan jalur dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan yang berpotensi memecah belah keamanan daerah.
Ia juga meminta perwakilan mahasiswa untuk menyusun dan menyerahkan naskah tuntutan mereka secara tertulis dan detail agar dapat dipelajari serta dijawab secara komprehensif oleh instansi teknis terkait.
"Kita kan cari jalan keluar bersama-sama. Terima kasih kalian sudah membantu kami (dengan memberikan masukan). Mari kita kawal bersama pembangunan di Kalimantan Barat," ujar Gubernur menutup dialog.
(*Red)
Tag:
#Polda Kalbar
#Berita Ketapang
#Gubernur Ria Norsan
#Konflik Sosial Di Air Upas
#Demonstrasi Mahasiswa Kalbar
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.