faktakalbar

Terjepit Kasus di KPK dan Kortas, Gubernur Kalbar Jadi Emosian

Ria Norsan, Gubernur Kalimantan Barat, Kamis, 3 September, emosi terhadap rombongan mahasiswa di bandara dalam rangka demonstrasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terkait kedatangan Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni. Seminggu terakhir ini, Ria…

Penulis: Tim FK Thursday, 03 September 2026 📖 2 menit
Terjepit Kasus di KPK dan Kortas, Gubernur Kalbar Jadi Emosian
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyampaikan penjelasan saat dikerumuni massa demonstrasi mahasiswa di kawasan Bandara Supadio, Kubu Raya. (Dok. Ist)

Ria Norsan, Gubernur Kalimantan Barat, Kamis, 3 September, emosi terhadap rombongan mahasiswa di bandara dalam rangka demonstrasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terkait kedatangan Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni.

Seminggu terakhir ini, Ria Norsan kerap terlihat di publik lebih gampang emosi dan sensitif, disinyalir akibat kasus yang menjeratnya di KPK dan di Kortas Tipidkor Polri.

Dalam rangka kedatangan Menteri Kehutanan di Bandara Supadio, aktivis mahasiswa melakukan demonstrasi. Pada saat mahasiswa berdialog dengan Ria Norsan, sejak awal kedua kubu sudah memanas. Terlihat dari kalimat pertanyaan yang dilayangkan mahasiswa, terlihat diladeni dengan emosi dan kalimat yang keras oleh Ria Norsan.

Mahasiswa mempertanyakan soal Karhutla yang mengakibatkan kabut asap di Kalbar yang tak kunjung usai. Bahkan, sebelumnya setelah kehadiran Presiden Prabowo ke Kalbar juga tidak menyelesaikan persoalan Karhutla di Kalbar.

Puncaknya, di akhir dialog yang buntu, mahasiswa terus mengejar pertanyaan ke Ria Norsan. Namun, malah dibalas dengan ungkapan emosi, "Haah.. haah!", oleh Ria Norsan dengan nada keras sembari berteriak.

Selepas itu, Norsan menyelonong memasuki mobil dengan dikawal oleh protokoler, sementara mahasiswa semakin kesal dengan tingkah gubernur.

Pengamat hukum dan pengacara senior, Rizal Karyansyah, S.H., berpendapat, "Seminggu terakhir masyarakat melihat gubernur kita tercinta, Ria Norsan, pada kegiatan formal terlihat sangat sensitif dan emosional. Kita menduga Norsan pusing karena perkara hukum Jalan Mempawah ruas Sekabuk–Sei Sederam senilai Rp51,5 miliar dan Sebukit Rama–Sei Deram senilai Rp23,5 miliar tahun anggaran 2015–2016 yang menjeratnya di KPK terus bergulir. Bahkan Kini, perkara BP2TD tahun anggaran 2016 senilai Rp128,3 miliar yang menyangkut namanya mulai dibuka lagi oleh Kortas Tipidkor Polri."

"Kasihan gubernur kita, Ria Norsan. Mungkin karena dua perkara ini yang semakin memanas membuat pikirannya menjadi kacau dan kalut, sehingga beliau kurang bisa berpikir secara rasional dan bijaksana. Buat rakyat Kalimantan Barat, sama-sama kita doakan semoga gubernur tercinta kita, Ria Norsan, dapat melewati dua perkara yang pelik ini, sehingga Ria Norsan kembali menjalankan tugasnya untuk memimpin Kalimantan Barat, sehingga masyarakat bisa sejahtera, damai, dan tenteram."

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan sempat beberapa kali diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi proyek peningkatan jalan di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemerintah Kabupaten Mempawah.

Ria Norsan kini masuk daftar pejabat yang diperiksa KPK. Ia dimintai keterangan terkait dugaan korupsi proyek peningkatan jalan ketika masih menjabat Bupati Mempawah.

Ruas Sekabuk–Sei Sederam senilai Rp51,5 miliar dan Sebukit Rama–Sei Deram senilai Rp23,5 miliar tahun anggaran 2015–2016. Proyek jalan tersebut saat ini tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan diduga merugikan negara hingga Rp40 miliar.

Sementara itu, kasus dugaan korupsi proyek Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat (BP2TD) Mempawah yang selama ini mandek di Polda Kalimantan Barat, dikabarkan telah diserahkan penanganannya kepada Korps Pemberantasan Tindak Pidana (Kortas Tipikor) Mabes Polri.

Langkah itu disebut dilakukan agar proses penyidikan dapat berjalan lebih cepat tanpa tekanan politik serta lebih fokus menuntaskan perkara yang telah mengendap lebih dari dua tahun.

(Tim FK)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK