Tetap Seru! 6 Hal yang Bisa Dilakukan Saat Jalani Puasa Jauh dari Keluarga
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Menjalani bulan suci
Ramadhan
di tanah rantau memang memberikan tantangan tersendiri.
Rasa rindu pada masakan rumah, suasana sahur bersama orang tua, hingga momen berbuka di kampung halaman seringkali membuat para perantau merasa sepi.
Namun, jauh dari keluarga bukan berarti Ramadhan mu jadi membosankan.
Ada banyak cara untuk tetap menghidupkan suasana ibadah dan kebersamaan meski sedang berada di perantauan.
Baca Juga:
Peduli Warga, Polsek Delta Pawan Bagikan Takjil Gratis di Ketapang
Berikut adalah 6 hal yang bisa kamu lakukan agar
puasa
mu tetap berkesan:
1. Berburu Takjil dan
Ngabuburit
di Tempat Baru
Setiap kota pasti punya titik keramaian tersendiri untuk mencari makanan berbuka.
Cobalah jelajahi pasar kaget atau pusat takjil di sekitar tempat tinggalmu.
Selain bisa menemukan menu-menu lokal yang unik, suasana ramai saat
ngabuburit
bisa sedikit mengobati rasa sepi.
2. Memasak Menu Andalan Ibu
Salah satu hal yang paling dirindukan saat rantau adalah masakan rumah.
Kamu bisa mencoba memasak sendiri menu favorit keluarga di kos atau kontrakan. Mintalah resepnya melalui telepon atau
video call
.
Selain lebih hemat dan sehat, aroma masakan tersebut bisa membawa suasana rumah ke perantauan.
3.
Video Call
Saat Waktu Sahur atau Berbuka
Teknologi membuat jarak terasa lebih dekat.
Sempatkan diri untuk melakukan panggilan video bersama keluarga di rumah saat momen sahur atau menjelang berbuka.
Meski hanya lewat layar, melihat wajah orang tua dan mendengar tawa mereka bisa memberikan suntikan semangat untuk menjalani puasa seharian penuh.
4. Tarawih Berjamaah di Masjid Terdekat
Jangan biarkan dirimu terkurung di dalam kamar.
Keluarlah dan ikuti salat Tarawih berjamaah di masjid terdekat.
Selain mendapatkan pahala, kamu bisa berinteraksi dengan warga sekitar.
Lingkungan masjid yang positif akan membantumu merasa menjadi bagian dari komunitas lokal di perantauan.
5. Mengikuti Agenda Buka Puasa Bersama
Ajaklah teman kuliah, rekan kerja, atau sesama anak rantau untuk melakukan
bukber
alias buka puasa bersama.
Berbagi cerita tentang pengalaman merantau sambil menikmati hidangan berbuka bisa menciptakan ikatan persaudaraan baru yang membuatmu merasa tidak sendirian.
6. Fokus pada Pengembangan Diri
Gunakan waktu luang selama Ramadhan untuk melakukan hal-hal produktif.
Kamu bisa membaca buku, mengikuti
workshop
daring, atau memperdalam ilmu agama.
Fokus pada
self-improvement
akan membuat waktumu terasa berjalan lebih cepat dan bermakna.
Merantau adalah fase pendewasaan diri.
Meski rindu keluarga adalah hal yang wajar, pastikan semangat ibadahmu tetap terjaga di mana pun kamu berada. Tetap semangat, ya!
Baca Juga:
Lebih dari Sekadar Takjil, Ini 4 Manfaat Kurma untuk Kesehatan yang Luar Biasa
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.