faktakalbar

Tiang Telkom Masih Banyak Berdiri di Tengah Jalan Kota

Penulis: Redaksi Thursday, 05 March 2026 📖 2 menit
Tiang Telkom Masih Banyak Berdiri di Tengah Jalan Kota
Faktakalbar.id, PONTIANAK - Polemik terkait masih banyaknya tiang milik PT Telkom Indonesia yang berdiri di tengah badan jalan di sejumlah ruas Kota kerap membahayakan keselamatan pengguna jalan. Sejumlah warga mengeluhkan sering terjadinya kecelakaan lalu lintas tunggal akibat pengendara menabrak tiang telepon yang posisinya terlalu dekat, bahkan berada di badan jalan. Baca Juga: Walikota Pontianak Desak PLN,Telkom dan Vendor Internet Tertibkan Tiang dan Kabelnya Beberapa titik yang disebut rawan di antaranya Jalan Camar, Jalan Prof Dr Hamka, dan Jalan Suwignyo di Kecamatan Pontianak Kota. Kecelakaan kerap melibatkan pengendara sepeda motor, terutama pada malam hari saat jarak pandang terbatas. Pengendara yang melaju dengan kecepatan sedang sering kali tidak menyadari keberadaan tiang di jalur kendaraan hingga akhirnya terjadi tabrakan. Salah satu korban, Pendi, warga Jeruju, harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Santo Antonius Pontianak setelah mengalami kecelakaan tunggal sekitar pukul 01.00 WIB. Ia mengaku menabrak tiang Telkom saat melintas di Jalan Prof Dr Hamka. “Saya dari arah Putri Dara Hitam dengan kecepatan sekitar 40 kilometer per jam hendak membeli makan malam. Karena kurang konsentrasi, motor saya langsung menabrak tiang Telkom yang masuk ke badan jalan. Saya terpental, kaki patah dan motor rusak parah,” ujarnya saat ditemui di bangsal rumah sakit. Dari pantauan Fakta Kalbar, kecelakaan di lokasi tersebut bukan kali pertama terjadi. Sitijah, warga yang berjualan di Jalan Prof Dr Hamka, mengatakan insiden serupa kerap terjadi, terutama pada malam hari. “Sering, terutama malam hari. Banyak yang hampir atau sudah menabrak tiang telepon itu karena posisinya memang di ruas jalan,” katanya. Hal serupa juga dialami Santo, warga Jalan Camar. Ia mengaku beberapa kali hampir menabrak tiang telepon saat berkendara pada malam hari hingga menyebabkan sepeda motornya oleng. Baca Juga: Kabel Semrawut di Pontianak dan Kubu Raya Disorot, Telkom Janji Lakukan Penataan Pengalaman serupa disampaikan Tarmuji, pedagang roti keliling yang tinggal di Jalan Camar. Ia menuturkan, beberapa kali nyaris menabrak tiang saat melintas pada malam hari. “Kalau malam penerangan kurang, posisi tiang itu seperti masuk ke badan jalan. Saya pernah hampir menabrak, motor sampai oleng dan roti dagangan saya sempat tumpah,” ujarnya. Menurut dia, kondisi tersebut sangat membahayakan, khususnya bagi pengendara roda dua yang setiap hari melintas untuk bekerja. Warga berharap ada evaluasi dan penataan ulang terhadap tiang-tiang telekomunikasi yang dinilai membahayakan tersebut. Mereka meminta pihak terkait segera melakukan relokasi atau penyesuaian posisi tiang agar tidak lagi berada di badan jalan demi mencegah jatuhnya korban berikutnya. Fakta Kalbar telah mengkonfirmasi persoalan ini kepada General Manager Telkom Kalimantan Barat, Tedi Rukmantara, pada Rabu, (4/3/2026). Ia menyatakan akan meneruskan laporan tersebut ke unit terkait yang menangani infrastruktur jaringan. “Saya coba teruskan dulu ya ke teman-teman di unit terkait atau Telkom Infra yang meng-handle akses jaringan kabel. Nanti ada teman saya di unit tersebut yang akan menghubungi,” ujarnya. Bagi masyarakat yang pernah mengalami kecelakaan atau merasa dirugikan akibat keberadaan tiang telekomunikasi yang berada di badan jalan, dapat menghubungi Redaksi Fakta Kalbar melalui WhatsApp di nomor 0813-7602-8717. Baca Juga: Aneh! Bangunan Diduga Liar di Bantaran Parit Sungai Raya Dalam – Punggur Bisa Terpasang Listrik Resmi PLN Laporan dan keterangan dari warga akan dihimpun sebagai bahan pendalaman serta kajian lebih lanjut, termasuk kemungkinan menempuh langkah hukum bersama sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Tim)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK