"Tidak Ada yang Kebal Hukum," Janji Kapolda Kalbar dalam Audiensi dengan Mahasiswa
Faktakalbar.id, PONTIANAK -
Aksi unjuk rasa yang digelar oleh
Aliansi Mahasiswa Menggugat
bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pontianak di Gedung
DPRD
Provinsi Kalimantan Barat berlangsung damai dan tertib.
Aksi ini diikuti oleh ribuan mahasiswa dari berbagai organisasi, yang berhasil menyuarakan aspirasi mereka dengan baik.
Baca Juga:
Di Hadapan Kapolda Kalbar, Ketua BEM FISIP UNTAN Serukan Usut Tuntas Oknum Aparat Pembeking Tambang Ilegal
Dua perwakilan dari masing-masing elemen kemudian diterima untuk beraudiensi di Ruang Meranti DPRD Kalbar pada Senin, (1/8/2025), sekitar pukul 18.30 WIB.
Dalam audiensi tersebut, hadir unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalbar, termasuk Gubernur,
Kapolda
, Wakil Gubernur, Pangdam XII/Tanjungpura, Ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD, serta sejumlah anggota DPRD Provinsi Kalbar.
Kehadiran para pejabat ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menanggapi aspirasi mahasiswa.
Polri Apresiasi Kedewasaan Mahasiswa dalam Berdemokrasi
Kapolda Kalbar
, Irjen Pol. Pipit Rismanto, menyampaikan apresiasi tinggi kepada mahasiswa atas ketertiban aksi yang mereka gelar.
Baca Juga:
Tak Hanya Isu Nasional, BEM FISIP UNTAN Sampaikan Tuntutan Isu Daerah dalam Aksi ‘Reformasi Wakil Rakyat!’
Menurutnya, komunikasi yang baik antara Polri dan mahasiswa sangat penting untuk memastikan aksi berjalan damai.
"Polri berusaha semaksimal mungkin, meskipun di tengah berbagai kesibukan, untuk tetap berkomunikasi dengan mahasiswa dengan tujuan agar pelaksanaan aksi berjalan damai dan tertib seperti hari ini," ungkap Pipit Rismanto.
Kapolda juga menegaskan prinsip kesetaraan hukum yang dijunjung tinggi oleh institusinya.
"Tidak ada yang kebal hukum, semua sama di mata hukum. Atas nama Polda Kalbar, saya menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang telah terjadi. Kami juga mengapresiasi seluruh elemen yang melaksanakan unjuk rasa dengan tertib dan damai," tegasnya.
Senada dengan Kapolda, Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol. Bayu Suseno, menyatakan bahwa Polri akan selalu membuka ruang komunikasi dengan mahasiswa sebagai bagian dari penguatan demokrasi.
"Kami berterima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi dengan damai. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa Kalimantan Barat memiliki kedewasaan dalam berdemokrasi," ujar Bayu. "Polri siap menjembatani aspirasi masyarakat agar sampai ke pengambil kebijakan."
Aksi damai ini diikuti oleh berbagai organisasi mahasiswa, di antaranya Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Pontianak, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pontianak, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pontianak, serta perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPGRI, BEM Universitas OSO, BEM Fakultas Hukum Untan, dan HMI Cabang Pontianak.
Baca Juga:
BEM FISIP UNTAN Desak Pemerintah Perhatikan Akses Internet, Listrik, dan Kesejahteraan Guru di Kalbar
Kehadiran mereka menegaskan pentingnya ruang demokrasi di Kalbar, sekaligus memperlihatkan komitmen mahasiswa sebagai mitra kritis dalam pembangunan daerah.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.