faktakalbar

Tiga Tewas dalam Bentrok Antarwarga di Adonara Timur

Bentrokan berdarah akibat konflik antarwarga di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pecah pada Sabtu (18/7/2026) pagi. Insiden kekerasan yang melibatkan masyarakat Dusun Bele, Desa Waiburak, dengan masyarakat Desa Na…

Penulis: Natash Monday, 20 July 2026 📖 1 menit
Tiga Tewas dalam Bentrok Antarwarga di Adonara Timur
Peristiwa konflik antar kelompok warga terjadi antara masyarakat Dusun Bele, Desa Waiburak, dengan masyarakat Desa Narasaosina di Kecamatan Adonara TImur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (18/7) pukul 06.15 WITA. (Dokumentasi: BPBD Kabupaten Flores Timur)

Bentrokan berdarah akibat konflik antarwarga di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pecah pada Sabtu (18/7/2026) pagi.

Insiden kekerasan yang melibatkan masyarakat Dusun Bele, Desa Waiburak, dengan masyarakat Desa Narasaosina tersebut mulai terjadi sekitar pukul 06.15 WITA.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa pertikaian ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan tujuh orang lainnya mengalami luka-luka.

Selain menelan korban jiwa, konflik ini juga memicu kerusakan material berupa 20 unit rumah, satu unit bangunan tempat usaha, dan satu unit sepeda motor.

Merespons memanasnya situasi, Wakil Bupati Flores Timur bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah langsung meluncur ke lokasi kejadian pada pukul 07.30 WITA.

Pimpinan daerah bersama personel Kodim 1624 Flores Timur dan Polres Flores Timur segera melakukan langkah persuasif untuk meredam eskalasi konflik antarwarga di Adonara Timur tersebut.

Kondisi keamanan pada Minggu (19/7/2026) dilaporkan masih dalam pemantauan ketat dan pengendalian langsung oleh jajaran aparat keamanan.

Aparat gabungan disiagakan guna memastikan situasi di lapangan tetap kondusif dan mencegah terjadinya serangan balasan dari kedua belah pihak.

Peristiwa nahas ini terjadi hanya berselang dua hari setelah Kepala BNPB Suharyanto mengunjungi Kecamatan Adonara Barat pada Kamis (16/7/2026).

Kunjungan Kepala BNPB tersebut dilakukan untuk meresmikan hunian tetap sekaligus menyaksikan ikrar damai pascakonflik antarwarga di Desa Bugalima dan Desa Ilepati.

BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bentrokan tersebut.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK