faktakalbar

Catut Nama Pejabat, "Tim Airlangga" Diduga Gerilya Minta Jatah Proyek di Pemprov Kalbar

Penulis: Redaksi Thursday, 29 January 2026 📖 2 menit
Catut Nama Pejabat, "Tim Airlangga" Diduga Gerilya Minta Jatah Proyek di Pemprov Kalbar
Faktakalbar.id, PONTIANAK - Aktivitas kelompok yang dikenal dengan nama "Tim Airlangga" dalam mengakses proyek-proyek pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menjadi sorotan. Tim ini disebut-sebut kerap mendatangi sejumlah dinas dan badan untuk menjajaki proyek fisik, jasa konsultan, jasa cleaning service dan jasa keamanan dengan mengandalkan kedekatan dengan lingkar kekuasaan. Baca Juga: Kasus Gubernur Kalbar Di Jalan Mempawah Senyap, GNPK Kalbar Soroti Kontras Penindakan KPK Informasi tersebut disampaikan Gunadi, seorang narasumber yang mengaku mengetahui langsung pola kerja tim tersebut. Kepada Fakta Kalbar , Gunadi menyebut Tim airlangga dipimpin oleh anak seorang pejabat tinggi di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. “Tim itu keliling dinas. Mereka datang meminta proyek fisik, konsultan dan jasa kebersihan dan keamanan terutama penunjukan langsung konsultan. Kedekatan dengan kekuasaan menjadi modal utama,” ujar Gunadi, (23/1/2026) Menurut Gunadi, Tim Airlangga tidak hanya menyasar satu instansi, tetapi aktif mendekati berbagai dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar. Salah satu yang paling sering disebut adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalbar . Gunadi mengungkapkan, di Dinas PUPR, Tim Airlangga disebut memperoleh sejumlah proyek konsultan. Baca Juga: Dugaan Keterlibatan Pimpinan, Kegiatan Pokir DPRD Riau di Dinas PUPR-PKPP Resmi Dihentikan Dalam proses tersebut, terdapat seorang pegawai honorer berinisial ALB yang diduga berperan sebagai penghubung antara tim tersebut dengan pihak internal dinas. “Untuk di PUPR, mereka berhubungan lewat seorang honorer, ALB. Dia yang jadi penghubung ke dalam,” kata Gunadi. Selain itu, Gunadi menyebut nama Airlangga yang digunakan tim tersebut juga menjadi perhatian. Menurut dia, nama tersebut disebut-sebut merupakan nama jalan tempat kediaman pejabat tinggi Provinsi Kalimantan Barat, sehingga dinilai memiliki makna simbolik yang memperkuat kesan kedekatan dengan pusat kekuasaan. “Nama Airlangga itu bukan nama sembarangan. Itu nama jalan atau gang tempat kediaman pejabat tinggi. Jadi ketika dibawa ke dinas, efek psikologisnya kuat,” ujar Gunadi. Ia menilai, penggunaan simbol dan kedekatan semacam itu berpotensi menciptakan tekanan nonformal di lingkungan birokrasi. Terlebih, jika pejabat dinas merasa berada dalam posisi rentan ketika berhadapan dengan pihak yang memiliki relasi keluarga dengan penguasa daerah. Tim Airlangga diketahui berkantor di kawasan Sungai Raya Dalam, Kabupaten Kubu Raya, yang menjadi titik koordinasi aktivitas tim dalam menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak. Baca Juga: Ria Norsan Usulkan 3 Proyek Raksasa ke Kementerian PUPR: Jembatan Kapuas 3 hingga Tol Kijing Aktivitas Tim inu pun memunculkan kekhawatiran akan potensi konflik kepentingan, terutama dalam proses pengadaan proyek pemerintah yang seharusnya mengedepankan prinsip transparansi dan persaingan sehat. Hingga berita ini diturunkan, Fakta Kalbar telah berupaya meminta konfirmasi kepada Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Barat terkait dugaan aktivitas Tim Erlangga, mekanisme penunjukan langsung proyek konsultan, serta informasi peran pegawai honorer dalam proses tersebut. Namun, hingga Rabu, 28 Januari, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. Redaksi juga sudah berupaya memperoleh klarifikasi dari pihak-pihak terkait lainnya. Berita ini akan diperbarui apabila terdapat keterangan resmi tambahan. Fakta Kalbar akan terus menelusuri dan mengungkap pihak-pihak yang terlibat, peran masing-masing, serta proyek-proyek apa saja yang diduga diperoleh Tim Airlangga di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Baca Juga: Ratusan Miliar Anggaran PUPR Kalbar Diduga Hanya untuk ‘Bersih Parit’ (DHN)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK