Tim Gabungan Jatanras Polresta Pontianak Amankan Remaja Pembawa Senjata Tajam dan Bom Molotov
Faktakalbar.id, PONTIANAK -
Tim gabungan Jatanras
Polresta
Pontianak dan
Polda Kalimantan Barat
berhasil mengamankan 12 anak di bawah umur yang kedapatan membawa sejumlah senjata tajam (sajam) dan satu bom molotov.
Penangkapan ini dilakukan saat para remaja tersebut diduga akan bergabung dalam aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, pada Senin, (1/8/2025).
Baca Juga:
Jurnalis Jadi Korban Kekerasan, Media Diintervensi dan Dibungkam Warnai Aksi 25–30 Agustus 2025
Selain sajam, dari tangan mereka juga ditemukan satu bom molotov lengkap dengan kantong berisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.
Temuan ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian karena berpotensi memicu kericuhan.
Kapolda Kalbar, Irjen Pol Pipit Rismanto, menegaskan bahwa penangkapan ini merupakan langkah proaktif untuk menjaga ketertiban selama aksi unjuk rasa mahasiswa.
"Beberapa hari ini sudah kita amankan sejumlah penumpang gelap di bawah umur, yang diduga akan mengganggu ketertiban penyampaian aspirasi dari adik-adik mahasiswa kita," ujar Pipit.
Penangkapan ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya, tim gabungan juga telah mengamankan beberapa orang yang diduga memiliki niat anarkis.
Baca Juga:
Kapolda Kalbar Tegaskan Tidak Ada yang Kebal Hukum Saat Aksi Mahasiswa di DPRD
Keberadaan bom molotov dan senjata tajam yang dibawa oleh anak-anak di bawah umur ini mengindikasikan adanya upaya penyusupan dan provokasi untuk menciptakan kekacauan.
Pihak kepolisian terus berupaya mengantisipasi potensi anarkisme dan memastikan aksi demonstrasi berjalan damai serta sesuai dengan koridor hukum.
Upaya preventif ini dilakukan untuk melindungi masyarakat, termasuk para demonstran, dari pihak-pihak yang ingin menunggangi aksi damai demi kepentingan pribadi atau kelompok.
Pengamanan ketat di sekitar lokasi demonstrasi akan terus ditingkatkan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Baca Juga:
BEM FISIP UNTAN Desak Pemerintah Perhatikan Akses Internet, Listrik, dan Kesejahteraan Guru di Kalbar
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.