faktakalbar

Tim SAR Berjuang Mengejar Golden Time Demi Selamatkan Santri yang Tertimbun Musala Ambruk di Sidoarjo

Penulis: Redaksi Wednesday, 01 October 2025 📖 1 menit
Tim SAR Berjuang Mengejar Golden Time Demi Selamatkan Santri yang Tertimbun Musala Ambruk di Sidoarjo
Faktakalbar.id, SIDOARJO - Tim SAR Gabungan terus bekerja keras mengejar waktu kritis evakuasi atau golden time untuk menyelamatkan santri yang menjadi korban ambruknya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Upaya ini dilakukan agar para korban yang tertimbun reruntuhan bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Baca Juga: Bangunan Pondok Pesantren Roboh di Sidoarjo, Tim SAR Gabungan Berjibaku Evakuasi Korban Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan pentingnya kecepatan dalam operasi ini. "Jadi kita mengharapkan operasi bisa segera kita selesaikan. Saat ini kita mengejar golden time , karena dimungkinkan dari golden time inilah yang kita detek masih ada kehidupan ini masih memungkinkan untuk bisa kita selamatkan dalam kondisi hidup," ujar Syafii. Ia menjelaskan bahwa secara teori, waktu kritis evakuasi memiliki rentang hingga 72 jam setelah kejadian. Namun, tim penyelamat telah berhasil menjangkau para korban, bahkan memberikan pertolongan pertama berupa minuman, vitamin, hingga infus. "Sesuai teori memang 72 jam, namun saat kita sudah bisa menyentuh korban, kita sudah bisa suplai minuman vitamin, bahkan infus, memungkinkan yang bersangkutan bisa bertahan lebih lama," kata Syafii. Tragedi ini terjadi pada Senin (29/9) sore, saat musala tiga lantai di asrama putra Pondok Pesantren Al Khoziny ambruk. Saat kejadian, ratusan santri diketahui sedang melaksanakan Salat Ashar berjemaah di bangunan yang masih dalam tahap pembangunan tersebut. Baca Juga: Teras Kantor Pemerintahan Brebes Ambruk Saat Perbaikan, Tiga Pekerja Terluka Hingga Selasa (30/9) malam, Kantor SAR Surabaya mencatat 102 orang santri menjadi korban, dengan tiga di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Diperkirakan masih ada puluhan orang yang terjebak di bawah reruntuhan. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, juga menyampaikan data terbaru. "Hingga Selasa (30/9) pukul 19.00 WIB. Berdasarkan data absensi santri, sebanyak 91 orang diduga tertimbun material bangunan," ungkapnya. Tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan terus berupaya maksimal untuk mengevakuasi seluruh korban secepatnya. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK