faktakalbar

Tim SAR Temukan Satu Jasad Pendaki dan Deteksi Dua Titik Diduga Korban Erupsi Gunung Dukono

Penulis: Redaksi Sunday, 10 May 2026 📖 2 menit
Tim SAR Temukan Satu Jasad Pendaki dan Deteksi Dua Titik Diduga Korban Erupsi Gunung Dukono
Faktakalbar.id, HALMAHERA UTARA – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan berhasil menemukan satu orang korban erupsi Gunung Dukono berinisial E berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) dalam keadaan meninggal dunia di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 14.30 WIT. Jenazah pendaki tersebut ditemukan terkubur material vulkanik pada radius sekitar 50 meter dari bibir kawah aktif. Baca Juga:  Tim SAR Lanjutkan Pencarian Pendaki Gunung Dukono di Tengah Erupsi Susulan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Halmahera Utara Hentje Hetharia melaporkan bahwa proses pencarian di lapangan sebelumnya sempat mengalami kendala berat. Material pasir vulkanik yang terus keluar dari kawah menutupi hampir seluruh area pencarian dengan ketebalan yang bervariasi. Kondisi ini sangat dipengaruhi oleh tingkat aktivitas vulkanik yang masih berlangsung fluktuatif sehingga menyulitkan tim penyelamat dalam melakukan penyisiran secara visual. Proses penemuan jenazah berawal ketika hujan dengan intensitas cukup deras mengguyur lokasi pencarian pada pukul 14.30 WIT. Kondisi cuaca tersebut memaksa tim SAR gabungan menghentikan sementara operasi dan mencari tempat berlindung demi keselamatan personel. Setelah hujan mereda, aliran air hujan menyapu tumpukan material debu dan pasir. Baca Juga:  Duka di Puncak Dukono: Dua Tewas dan Puluhan Terjebak, BNPB Soroti Dugaan Kelalaian Pendaki Sapuan air tersebut membuat jasad korban erupsi Gunung Dukono yang sebelumnya tertimbun material perlahan mulai terlihat oleh tim penyelamat. Saat pertama kali terpantau oleh petugas, bagian tubuh korban yang tampak secara visual hanya dari batas kaki hingga pinggang. Sementara itu, sebagian tubuh bagian atasnya masih dalam kondisi tertimbun pasir vulkanik. Mengetahui temuan tersebut, tim SAR gabungan segera melakukan proses penggalian dan evakuasi secara hati-hati sesuai dengan standar prosedur operasional keselamatan. Setelah berhasil diangkat, jenazah korban langsung dibawa turun menuju posko penanganan erupsi sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tobelo. Di sela-sela proses evakuasi korban pertama, tim SAR gabungan mendapati petunjuk penting lainnya. Petugas mendeteksi dua titik timbunan material pasir yang mencurigakan dalam radius jarak sekitar tiga meter dari lokasi penemuan jenazah pertama. Pihak berwenang menduga kuat bahwa dua gundukan material tersebut berkaitan erat dengan titik keberadaan dua orang korban lainnya yang masih dalam status pencarian. Baca Juga:  Lima Pendaki Terluka Akibat Erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara Meskipun menemukan dua titik krusial, tim SAR memutuskan untuk menunda penggalian tambahan dan memprioritaskan evakuasi jenazah korban pertama ke titik aman. Keputusan ini diambil secara mutlak dengan mempertimbangkan faktor keselamatan personel di lapangan. Selain langit yang mulai gelap menjelang sore hari, intensitas letusan Gunung Dukono juga terpantau masih sangat tinggi dan membahayakan nyawa tim penyelamat. Berdasarkan hasil evaluasi operasi SAR tersebut, tim gabungan berencana akan kembali melanjutkan penyisiran dan proses penggalian pada Minggu (10/5/2026). Fokus operasi pencarian akan diarahkan secara langsung ke dua titik timbunan material yang telah ditandai dengan cermat menggunakan titik koordinat perangkat Global Positioning System (GPS) guna memastikan keberadaan para pendaki yang tersisa. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK