Tingkatkan Kompetensi Digital, Kementerian PUPR dan Untan Gelar Pelatihan dan Sertifikasi BIM di Pontianak
Faktakalbar.id, PONTIANAK –
Transformasi digital di sektor konstruksi kini menjadi tuntutan yang tak terelakkan. Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (
PUPR
) melalui Balai Jasa Konstruksi Wilayah V Banjarmasin mengambil langkah strategis dengan menggandeng akademisi dan praktisi di Kalimantan Barat.
Sinergi ini terwujud dalam kegiatan Pelatihan dan sertifikasi BIM (Building Information Modelling) yang dilaksanakan bekerja sama dengan Universitas Tanjungpura (
Untan
), Forum Insinyur Muda Persatuan Insinyur Indonesia (FIM PII) Kalimantan Barat, serta LSP/LPK Model Informasi Konstruksi (MIK) Kalimantan Barat.
Baca Juga:
Dorong UMKM Naik Kelas, Bank Kalbar Sinergi dengan Untan Gelar Pelatihan Digital Marketing
Kegiatan peningkatan kapasitas ini berlangsung intensif selama empat hari, mulai dari tanggal 18 hingga 21 November 2025, dan dipusatkan di Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura, Pontianak.
Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah V Banjarmasin, Dwi Retno Wardhani, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Seksi Pelaksana, Boma Rizkiko, menekankan urgensi penguasaan teknologi dalam pembangunan infrastruktur masa kini.
“Penerapan teknologi Building Information Modelling (BIM) telah menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan transparansi dalam penyelenggaraan konstruksi nasional,” tegas Boma Rizkiko.
Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura, Dr.-Ing. Ir. Slamet Widodo, turut memberikan pandangannya.
Ia menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam Pelatihan dan sertifikasi BIM ini adalah langkah vital untuk mencetak tenaga ahli yang siap pakai.
“Pelatihan BIM menjadi langkah strategis dalam mendorong peningkatan kompetensi SDM, terutama dalam menghadapi transformasi digital menuju dunia konstruksi yang lebih modern dan terintegrasi,” ujar Slamet Widodo.
Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi sebanyak 50 orang yang berasal dari beragam latar belakang.
Peserta terdiri dari praktisi konstruksi, guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dosen, hingga perwakilan dinas dari berbagai kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.
Tidak hanya sekadar pelatihan teori dan praktik, kegiatan ini juga dilengkapi dengan uji kompetensi untuk memastikan standar keahlian peserta.
Baca Juga:
Wali Kota Pontianak Sebut Angka Pengangguran Turun, Perkuat Pelatihan Keterampilan Pemuda
Uji Sertifikasi Kompetensi dilaksanakan selama satu hari penuh dengan melibatkan asesor berkompeten, yakni Ir. Tirto Admojo dan Ir. Noviana Irawan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang konstruksi Kalimantan Barat semakin siap mendukung implementasi teknologi BIM secara luas.
Hal ini pada akhirnya diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pembangunan infrastruktur daerah yang lebih efisien, akurat, dan transparan.
(*Red)
Tag:
#Universitas Tanjungpura
#Kementerian PUPR
#jasa konstruksi
#Building Information Modelling
#FIM PII Kalimantan Barat
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.