Tinjau Karhutla di Perbatasan, Edi Kamtono Minta Bantuan BPBD Provinsi
Faktakalbar.id, PONTIANAK –
Wali
Kota Pontianak
,
Edi Rusdi Kamtono
, meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Parit Delapan, Jalan Sungai Selamat Dalam Ujung,
Kelurahan Siantan Hilir
, Kecamatan Pontianak Utara, Kamis (29/1/2026).
Baca Juga:
Dukung Program MBG, RSUD SSMA Pontianak Edukasi Gizi Siswa SDN 74
Lokasi ini merupakan wilayah perbatasan antara Kota Pontianak dan Kabupaten Mempawah.
Dalam tinjauan tersebut, Edi menyoroti kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi dari arah wilayah Kabupaten Mempawah, berjarak kurang lebih 1 kilometer dari batas kota.
Ia mengkhawatirkan dampak asap kiriman tersebut bagi warga Pontianak.
"Kita lihat di sana itu ada kebakaran lahan yang cukup luas di wilayah Kabupaten Mempawah, dan kita berharap anginnya tidak ke arah Pontianak. Karena sudah banyak keluhan warga yang merasa terganggu dengan asap ini,"
ujarnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak telah mengerahkan tim gabungan bersama relawan untuk menjaga perbatasan dan memadamkan titik api yang masuk wilayah kota.
Namun, Edi mengakui adanya keterbatasan armada dan pasokan air jika harus menanggulangi kebakaran lintas wilayah yang cukup luas.
"Kami berharap BPBD Provinsi juga ikut membantu, karena ini kan lintas wilayah,"
tegasnya.
Sebelum menuju perbatasan, Edi Kamtono sempat turun tangan memadamkan api di Gang Remin, Siantan Hilir.
Baca Juga:
Dinilai Melanggar Aturan Musorkot: Kuasa Hukum Dedet Gunawan Minta KONI Kalbar Tunda SK Kepengurusan KONI Kota Pontianak
Di lokasi ini, lahan seluas hampir dua hektare terbakar dan nyaris merembet ke permukiman warga.
"Sumber api belum diketahui. Sejak pagi sudah muncul asap dan kemudian menyebar. Ditambah dengan angin yang cukup kencang, api semakin cepat meluas,"
jelas Wali Kota.
Edi menegaskan bahwa Pemkot mengambil langkah tegas terhadap pelaku pembakaran lahan.
Pihaknya tengah menelusuri kepemilikan lahan yang terbakar dan melakukan investigasi penyebab kebakaran.
"Barang siapa yang sengaja membakar lahan pada kondisi seperti ini akan langsung kami amankan dan interogasi. Kami juga sedang menelusuri kepemilikan lahan tersebut. Apakah pembakaran ini disengaja atau karena kelalaian, yang jelas ada unsur kelalaian di sini,"
ancamnya.
Selain dua lokasi tersebut, kebakaran juga terdeteksi di Jalan Flora yang juga berbatasan dengan Mempawah.
Meski masuk kawasan luar Pontianak, tim pemadam tetap berupaya membantu pemadaman di sana.
Edi mengimbau seluruh warga, khususnya yang bermukim di area gambut, untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena risiko perambatan api ke rumah penduduk sangat tinggi.
(FR)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.