faktakalbar

Tinjau Lokasi Longsor di Agam, Wapres Gibran Pastikan Percepatan Penanganan Pascabencana

Penulis: Redaksi Friday, 05 December 2025 📖 2 menit
Tinjau Lokasi Longsor di Agam, Wapres Gibran Pastikan Percepatan Penanganan Pascabencana
Faktakalbar.id, AGAM – Wakil Presiden Republik Indonesia , Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat, pada Kamis (4/12/2025). Kehadiran orang nomor dua di Indonesia ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi masyarakat serta memastikan penanganan pascabencana berjalan optimal di wilayah yang terdampak banjir dan tanah longsor tersebut. Baca Juga: Percepat Distribusi Bantuan, BNPB dan Pemda Optimalkan Perbaikan Akses Darat Sumbar Wapres tiba menggunakan helikopter di Lapangan Bola Ipensi Ngungun dan melanjutkan perjalanan darat menuju Pos Lapangan Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan. Dalam kunjungannya, Gibran menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus mendampingi pemerintah daerah dalam masa tanggap darurat ini. Sampaikan Pesan Presiden Prabowo Di hadapan para pengungsi, Gibran menyampaikan pesan duka cita mendalam dan salam dari Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan bahwa masyarakat Sumatra Barat tidak menghadapi musibah ini sendirian. “Saya mohon maaf sebelumnya bapak-ibu tidak sendiri. Warga Sumatera tidak sendiri. Kami diperintah Bapak Presiden untuk melakukan percepatan pemulihan pascabencana,” tegas Wapres Gibran. Instruksi Khusus untuk Kepala Daerah dan Aparat Gibran memberikan instruksi tegas kepada kepala daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, dan Polri. Ia meminta seluruh petugas memprioritaskan pelayanan dasar di pos pengungsian, terutama bagi kelompok rentan. “Saya juga pesan kepala daerah, BNPB, TNI, Polri dan semua yang ada di sini, bapak-ibu yang di pengungsian diperhatikan tendanya, makan tiga kali, air bersih, atensi khusus untuk lansia, ibu hamil dan anak-anak,” ujarnya. Setelah berinteraksi dengan warga, Wapres menelusuri wilayah terdampak di Kecamatan Palembayan menggunakan sepeda motor untuk melihat akses jalan yang rusak. Baca Juga: Jalan Darat Putus Total, Helikopter BNPB Jadi ‘Malaikat Penyelamat’ Warga Terisolir di Aceh Tengah  Fokus Perbaikan Infrastruktur dan Logistik Salah satu tantangan utama dalam penanganan pascabencana kali ini adalah aksesibilitas. Gibran meminta distribusi logistik dilakukan melalui segala jalur yang memungkinkan, baik darat, laut, maupun udara, untuk menjangkau wilayah terisolir. “Distribusi logistik bantuan ini akan terus dipercepat lewat jalur darat, udara laut,” kata Gibran. Selain logistik, percepatan perbaikan infrastruktur vital menjadi prioritas. Hal ini mencakup jaringan komunikasi, fasilitas kesehatan, pendidikan, dan jembatan. “Lalu untuk perbaikan-perbaikan akses komunikasi, puskesmas, sekolah, jembatan, jalan. Ini juga akan dipercepat agar arus bantuan logistik, BBM, ini bisa lancar kembali,” jelasnya. Update Data Korban dan Kerusakan Berdasarkan data Posko Penanggulangan Bencana Nasional (Pospenas) BNPB per Rabu (3/12) pukul 17.00 WIB, dampak bencana di Sumatra Barat cukup masif. Tercatat korban meninggal dunia mencapai 194 jiwa, hilang 111 jiwa, luka-luka 112 jiwa, dan warga yang mengungsi sebanyak 22.824 jiwa. Baca Juga: BNPB Distribusikan 40 Ton Bantuan Kemenko Perekonomian untuk Korban Bencana di Tiga Provinsi Kerusakan material meliputi 1.344 unit rumah rusak berat, 325 rusak sedang, dan 631 rusak ringan. Hingga kini, operasi pencarian korban dan pembersihan material longsor masih terus dilakukan. Usai dari Sumbar, rombongan Wapres dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke Tapanuli Selatan dan Aceh Singkil. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK