Cegah Kesan Kumuh, Sujiwo Pastikan Penataan Pasar Kuala Dua Tetap Humanis
Faktakalbar.id, KUBU RAYA -
Bupati
Kubu Raya
,
Sujiwo
, kembali turun ke lapangan untuk memastikan progres penataan ruas jalan dan kawasan
Pasar Kuala Dua
, Kecamatan Sungai Raya, berjalan sesuai koridor.
Baca Juga:
Hanya Berjarak 70 Meter dari Rumah Warga, Kebakaran Lahan di Desa Kuala Dua Berhasil Dijinakkan
Dalam peninjauan yang menyusuri rute dari
WBA
menuju kawasan
Alas Kusuma
tersebut, Sujiwo menekankan pentingnya estetika kawasan tanpa mengesampingkan sisi kemanusiaan, Rabu (11/2/2026).
Sujiwo memberikan apresiasi tinggi kepada kesadaran masyarakat yang telah secara mandiri membongkar teras bangunan mereka.
Langkah kooperatif warga ini dinilai sebagai modal sosial penting untuk menciptakan tata kota yang lebih rapi.
"Alhamdulillah masyarakat sudah membongkar semua terasnya ya. Tinggal nanti dari Dinas PU akan memberikan pendampingan bagaimana layout-nya, kemudian ada lisplang, lampu, sehingga akan lebih tertata rapi,"
ujar Sujiwo di sela-sela dialog dengan warga.
Penataan ini bukan sekadar mengejar keindahan visual, melainkan kebutuhan mendesak untuk merespons tingginya volume kendaraan.
Sujiwo menjelaskan bahwa jalur tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Kuala Dua dengan desa-desa padat penduduk lainnya seperti Mekarsari, Sungai Asam, Suku Lanting, hingga wilayah Kecamatan Terentang.
Baca Juga:
Motor Air Tenggelam di Sungai Ambawang Kubu Raya, Diduga Akibat Kebocoran
"Program kita ingin jadi program pelebaran jalan. Karena jalan ini sudah padat banget,"
jelasnya.
Kendati memiliki target infrastruktur yang jelas, Sujiwo tetap mengedepankan pendekatan humanis.
Ia memberikan ruang toleransi bagi warga yang menggantungkan hidupnya di lokasi tersebut, mengingat aspek ekonomi masyarakat kecil ("urusan perut") harus tetap dijaga.
"Tapi ya sudah kita berikan kesempatan, toleransi dulu. Karena ini menyangkut urusan perut, mungkin untuk keluarga dan lain sebagainya. Kita berikan kesempatan supaya nanti mereka menabung,"
tuturnya.
Sujiwo berharap masa transisi ini dimanfaatkan warga untuk bersiap jika kelak penataan total atau pelebaran jalan dilakukan sepenuhnya.
Prinsip utamanya adalah kawasan tersebut tidak boleh terlihat kumuh dan semrawut, meskipun pemerintah belum menggunakan lahan tersebut untuk kepentingan pelebaran jalan dalam waktu dekat.
(FR)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.