faktakalbar

Tiongkok Susul Korsel dalam Persaingan Teknologi Global

Penulis: Redaksi Tuesday, 24 February 2026 📖 1 menit
Tiongkok Susul Korsel dalam Persaingan Teknologi Global
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Kementerian Sains dan Teknologi Informasi Korea Selatan merilis laporan Draf Hasil Penilaian Tingkat Teknologi 2024 sebagai sumber data utama untuk memvalidasi posisi teknologi negara tersebut secara global. Laporan ini mengevaluasi 50 teknologi strategis nasional dengan membandingkan kemampuan Amerika Serikat, Tiongkok , Jepang, Uni Eropa, dan Korea Selatan. Peneliti menempatkan Amerika Serikat sebagai tolok ukur utama dengan nilai seratus persen. Baca Juga:  Perkuat Pertahanan Udara, Korea Selatan Segera Terima Kapal Perusak Aegis Ketiga Tiongkok menempati posisi kedua dengan capaian 91,3 persen. Uni Eropa menyusul pada angka 90,5 persen, lalu Jepang mencapai 84,9 persen. Korea Selatan berada pada posisi buncit dengan perolehan 82,7 persen. Jarak Ketertinggalan Korea Selatan Korea Selatan mengalami penurunan keunggulan teknologi yang tajam atas Tiongkok. Laporan kementerian tersebut mendata bahwa Korea Selatan kini hanya memimpin dalam enam bidang teknologi atas Tiongkok. Angka ini turun drastis dari penilaian pada tahun 2022, saat Korea Selatan masih unggul dalam 17 teknologi strategis. Tiongkok berhasil melampaui Korea Selatan di sektor semikonduktor dan layar panel dengan selisih waktu 0,7 tahun. Tiongkok juga menunjukkan keunggulan yang nyata dalam pengembangan tenaga nuklir generasi berikutnya dan bioteknologi canggih. Persaingan Kecerdasan Buatan dan Baterai Tiongkok memproyeksikan penguasaan posisi teratas di sektor baterai sekunder pada tahun ini. Korea Selatan sebelumnya memimpin sektor baterai ini pada tahun 2022, namun kini Tiongkok mengambil alih kepemimpinan dengan memimpin 0,2 tahun di depan Korea Selatan. Tiongkok juga mendominasi bidang kecerdasan buatan dengan memangkas jarak ketertinggalan menjadi hanya tujuh persen di belakang Amerika Serikat. Korea Selatan masih memiliki selisih waktu 2,1 tahun dari Amerika Serikat dalam pengembangan kecerdasan buatan. Baca Juga:  Coba Kabur ke Malaysia, Status Tahanan Rumah WNA Tiongkok di Ketapang Resmi Dicabut Kementerian Sains dan Teknologi Informasi menegaskan urgensi pengembangan teknologi ini untuk menjaga stabilitas negara. Laporan kementerian tersebut memperingatkan bahwa pergeseran kekuatan teknologi terjadi sangat cepat seiring dengan memendeknya siklus inovasi. (*Sr)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK