Tips Jitu Bikin Resume dan Portofolio yang Bikin HRD Melirik
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Di pasar kerja yang kompetitif,
resume
dan portofolio bukan lagi sekadar dokumen pelengkap, melainkan alat utama untuk menarik perhatian
Human Resources Development (HRD)
. Keduanya adalah cerminan singkat dari kemampuan, pengalaman, dan potensi Anda.
Agar tidak terlewatkan, Anda perlu tahu trik jitu membuatnya. Berikut adalah panduan yang bisa Anda terapkan.
1. Perhatikan Kata Kunci (
Keywords
)
Saat ini, banyak perusahaan menggunakan sistem
Applicant Tracking Syste
m (ATS) untuk menyaring resume secara otomatis. Sistem ini akan mencari kata kunci yang relevan dengan posisi yang dilamar.
Karena itu, baca deskripsi pekerjaan dengan teliti dan masukkan kata kunci yang sesuai ke dalam resume Anda. Misalnya, jika lowongan mencari "
digital marketing specialist",
pastikan Anda mencantumkan kata-kata seperti "SEO", "content creation", atau
"social media campaign".
Baca Juga:
Dugaan Penyerobotan Lahan Warisan Pahlawan di Pontianak, Keluarga Desak Tindak Lanjut Polda Kalbar
2. Ringkas, Jelas, dan Tepat Sasaran
HRD hanya menghabiskan beberapa detik untuk melihat resume. Hindari menulis resume yang terlalu panjang. Usahakan resume Anda tidak lebih dari satu halaman.
Fokus pada pengalaman dan pencapaian yang paling relevan dengan posisi yang Anda lamar. Gunakan poin-poin singkat dan jelas untuk menyampaikan informasi, bukan paragraf panjang.
3. Tunjukkan Angka dan Data Konkret
Alih-alih hanya menjelaskan tugas, tunjukkan pencapaian Anda dengan angka yang konkret. Contohnya, daripada menulis "bertanggung jawab atas kampanye media sosial", lebih baik tulis "meningkatkan engagement rate media sosial sebesar 30% dalam 6 bulan".
Angka-angka ini membuat klaim Anda lebih
kredibel
dan langsung terlihat dampaknya.
4. Buat Portofolio yang Profesional dan Interaktif
Untuk profesi kreatif seperti desainer, penulis, atau fotografer, portofolio adalah senjata utama.
Jangan hanya mengandalkan PDF statis. Buatlah portofolio digital yang interaktif menggunakan
platform
seperti
Behance, Dribbble,
atau situs
web
pribadi. Pastikan portofolio Anda mudah diakses dan menampilkan karya terbaik yang relevan dengan pekerjaan yang Anda lamar.
Baca Juga:
5 Tips Jitu Mengelola Stres Kerja agar Hidup Lebih Seimbang
5. Sesuaikan untuk Setiap Lowongan
Kesalahan umum yang sering dilakukan adalah menggunakan
resume
dan portofolio yang sama untuk semua lamaran.
Luangkan waktu untuk menyesuaikan setiap dokumen dengan kebutuhan spesifik perusahaan dan posisi yang Anda tuju.
Cara ini menunjukkan bahwa Anda benar-benar serius dan memahami apa yang dicari oleh perusahaan.
(*Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.