faktakalbar

Tips Menkes Budi: Minum Cuka Apel Sebelum Makan Berlemak Ampuh Kelola Kolesterol

Penulis: Redaksi Sunday, 05 April 2026 📖 2 menit
Tips Menkes Budi: Minum Cuka Apel Sebelum Makan Berlemak Ampuh Kelola Kolesterol
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Menteri Kesehatan ( Menkes ) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa kebiasaan langsung meminum obat penurun kolesterol seusai mengonsumsi makanan berlemak bukan satu-satunya solusi pencegahan. Menkes membagikan tips alternatif alami yang mudah diterapkan oleh masyarakat, yakni dengan rutin mengonsumsi cuka apel untuk kolesterol sebelum menyantap hidangan berat. Baca Juga:  Turunkan Kolesterol Tanpa Obat Melalui Tujuh Langkah Alami Hal tersebut disampaikan Budi melalui program bincang santai "Budi Gemar Sharing (BGS)" di akun media sosial pribadinya. Ia menyoroti fenomena masyarakat yang kerap langsung mengandalkan obat-obatan medis, seperti Simvastatin, sebagai jalan pintas setelah menyantap makanan tinggi lemak jenuh seperti hidangan bersantan atau daging merah. Sebagai alternatif pencegahan alami, Budi menyarankan masyarakat untuk mulai merutinkan konsumsi cuka apel untuk kolesterol sebelum waktu makan. Ia menjelaskan bahwa metode sederhana ini dapat membantu kinerja metabolisme tubuh dalam mengelola kadar gula darah serta lemak jahat dari asupan makanan. "Cuka apel ini bagus untuk membantu pencernaan kita karena bisa mengurangi lonjakan gula, kolesterol, dan membantu pembakaran lemak," ujar Budi sebagaimana dikutip dari unggahan video Instagram Reels di akun @bgsadikin, Rabu (1/4/2026). Meski berkhasiat, Budi mengingatkan ada tata cara khusus dalam meminum cairan fermentasi tersebut. Ia menganjurkan takaran satu sendok makan cuka apel yang dilarutkan ke dalam segelas air putih dan diaduk hingga merata. Waktu konsumsi yang paling ideal adalah sekitar 15 hingga 20 menit sebelum jadwal makan besar dimulai. Baca Juga:  Tips Aman Konsumsi Daging Kurban, Insya Allah Bebas Kolesterol Menkes juga memberikan peringatan keras terkait cara meminumnya. Larutan cuka apel pantang diminum secara langsung dari bibir gelas. Kandungan asam asetat yang sangat tinggi berisiko merusak dan mengikis lapisan enamel gigi dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penggunaan sedotan sangat disarankan untuk meminimalisasi kontak langsung larutan asam dengan gigi. Kendati membagikan tips kesehatan tersebut, Budi menegaskan bahwa cairan fermentasi tersebut bukanlah obat ajaib atau jalan pintas untuk hidup sehat. Pengendalian kolesterol harus ditopang oleh fondasi gaya hidup sehat secara komprehensif. "Ini bukan sihir menghilangkan kolesterol. Tetap harus dibarengi pola hidup sehat," jelasnya menekankan pentingnya menjaga asupan gizi seimbang, rutin berolahraga, dan mengelola stres. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK