Tips Olahraga untuk Diet: Kunci Turunkan Berat Badan Bukan Intensitas Tapi Konsistensi
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Banyak orang beranggapan bahwa menurunkan berat badan harus dilakukan dengan latihan fisik yang ekstrem setiap hari. Namun, fakta terbaru menunjukkan bahwa keberhasilan diet jauh lebih bergantung pada rutinitas yang bisa dijalani secara konsisten. Melansir
GQ
(6/3/2026), kunci utama penurunan berat badan adalah keseimbangan antara pola makan, waktu latihan, dan pemahaman terhadap kondisi tubuh.
Baca Juga:
Mitos atau Fakta: Rajin Makan Alpukat Bisa Merusak Program Diet Anda
Defisit Kalori: Pondasi Utama Penurunan Berat Badan
Alina Cox,
co-owner
gym ClubQ di London, menjelaskan bahwa berat badan hanya akan turun jika tubuh berada dalam kondisi defisit kalori.
Artinya, kalori yang dibakar harus lebih besar daripada kalori yang masuk dari makanan.
Dalam kondisi defisit, tubuh akan membakar cadangan energi berupa lemak. Namun, Cox memperingatkan pentingnya asupan protein agar tubuh tidak memecah massa otot sebagai sumber energi.
Defisit 500–800 kkal/hari: Untuk penurunan berat badan yang cepat.
Defisit 200–300 kkal/hari: Untuk penurunan yang lebih lambat namun stabil dan berkelanjutan.
Menentukan Waktu Olahraga yang Tepat
Waktu latihan ternyata memengaruhi performa tubuh secara berbeda. Menurut Aaron McCulloch dari
YOUR Personal Training
, setiap waktu memiliki keunggulannya masing-masing:
Sore atau Malam Hari: Optimal untuk latihan beban dan lari karena kekuatan fisik, koordinasi, dan suhu tubuh berada di puncaknya.
Pagi Hari: Berdasarkan studi tahun 2023,
olahraga
pagi dapat meningkatkan pembakaran lemak dalam kurun waktu 24 jam setelah latihan.
Meskipun demikian, waktu terbaik untuk
olahraga
adalah kapan pun Anda bisa melakukannya secara rutin tanpa merasa terbebani.
Baca Juga:
Bukan Sekadar Jajanan Pasar: 5 Manfaat “Mahal” Ubi Jalar untuk Diet dan Kecantikan
Jenis Olahraga yang Disarankan untuk Diet
Personal trainer Penny Weston merekomendasikan tiga jenis latihan yang efektif untuk membakar kalori tanpa harus menyiksa tubuh:
Latihan Zona 2: Kardio ringan dengan intensitas stabil (seperti jalan cepat) yang mudah dilakukan setiap hari.
Latihan HIIT: Latihan intensitas tinggi dalam durasi singkat untuk memacu metabolisme.
Latihan Kekuatan: Membantu membentuk otot yang secara alami membakar lebih banyak energi bahkan saat tubuh sedang beristirahat.
Menjaga Energi dan Pemulihan
Menjalani diet defisit kalori sering kali menguras energi. Para ahli menyarankan untuk menjaga kualitas tidur sebagai sarana pemulihan utama dibandingkan mengandalkan kafein. Selain itu, mengonsumsi makanan ringan satu jam sebelum latihan sangat dianjurkan agar tubuh tetap bertenaga saat bergerak.
Kesimpulannya, usaha ekstrem yang dilakukan hanya sesekali tidak akan memberikan hasil jangka panjang.
Gerakan ringan yang dilakukan secara rutin justru jauh lebih efektif dalam perjalanan menurunkan berat badan.
(*Drw)
Tag:
#gaya hidup sehat
#tips diet
#defisit kalori
#HIIT
#latihan beban
#penurunan berat badan
#Olahraga untuk Diet
#Konsistensi Olahraga
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.