Tips Pilih Baju Adem Agar Puasa Tetap Segar
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Kondisi
cuaca
yang terik sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang tetap harus
aktif
bekerja selama bulan Ramadan.
Suhu udara
yang tinggi memicu tubuh mengeluarkan keringat lebih banyak, sehingga risiko dehidrasi dan rasa lemas menjadi lebih besar saat berpuasa.
Salah satu faktor penting yang memengaruhi kenyamanan fisik adalah pemilihan jenis pakaian harian. Pakaian yang tidak tepat akan memerangkap panas tubuh dan membuat permukaan kulit terasa lembap serta tidak nyaman.
Masyarakat perlu memahami trik memilih busana yang mampu mendukung sirkulasi udara dengan baik agar kebugaran tubuh tetap terjaga meski sedang menjalankan ibadah puasa di bawah paparan sinar matahari.
Baca Juga:
Cara Mudah Mengkhatamkan Alquran Selama Bulan Ramadan
Pilih Bahan Alami dengan Sirkulasi Baik
Langkah utama dalam menjaga kesejukan tubuh adalah memilih pakaian berbahan serat alami seperti katun atau linen. Kain katun memiliki kemampuan menyerap keringat yang sangat baik dan membiarkan kulit bernapas secara optimal melalui pori-pori kainnya.
Masyarakat sebaiknya menghindari bahan sintetis seperti
polyester
atau nilon yang cenderung memerangkap panas dan kelembapan di antara kain dan kulit. Kain dengan serat alami membantu mempercepat proses penguapan keringat sehingga suhu tubuh tetap stabil dan tidak cepat merasa gerah.
Pemilihan bahan yang tepat ini secara signifikan mengurangi beban panas pada tubuh saat warga harus melakukan aktivitas luar ruangan.
Gunakan Potongan Longgar dan Nyaman
Model pakaian yang longgar atau
oversized
memberikan ruang gerak yang lebih luas sekaligus menciptakan sirkulasi udara di sekitar tubuh. Pakaian yang terlalu ketat justru menghambat aliran udara dan mempercepat munculnya rasa panas akibat gesekan kain dengan kulit secara terus-menerus.
Masyarakat dapat memilih gaya busana seperti tunik, kulot, atau kemeja dengan potongan lebar untuk memaksimalkan aliran angin ke permukaan kulit. Selain memberikan kenyamanan fisik, potongan pakaian yang longgar juga sangat selaras dengan etika berpakaian yang sopan selama bulan suci.
Ruang kosong di antara kain dan tubuh berfungsi sebagai isolator alami yang menahan panas matahari agar tidak langsung menyentuh kulit.
Utamakan Warna Cerah untuk Memantulkan Panas
Warna pakaian memegang peranan krusial dalam menentukan seberapa banyak panas matahari yang terserap oleh tubuh. Masyarakat sebaiknya mengutamakan penggunaan pakaian berwarna cerah seperti putih, krem, atau warna-warna pastel yang lembut.
Warna terang memiliki sifat memantulkan kembali gelombang panas matahari sehingga suhu di balik kain tetap terasa lebih sejuk. Sebaliknya, pakaian berwarna gelap seperti hitam atau biru tua akan menyerap energi panas secara maksimal dan menyalurkannya langsung ke tubuh.
Dengan memilih warna yang tepat, masyarakat dapat meminimalkan peningkatan suhu tubuh yang bisa memicu kelelahan lebih cepat saat beraktivitas siang hari.
Baca Juga:
Masuk Lewat Jalur Tikus Kalbar, Penyelundupan Pakaian Ilegal Malaysia Digagalkan di Patimban
Perhatikan Penggunaan Alas Kaki yang Tepat
Kenyamanan saat berpuasa juga sangat bergantung pada pemilihan alas kaki yang mendukung penguapan panas dari area kaki. Menggunakan sepatu yang terlalu tertutup dan berbahan tebal dalam waktu lama dapat memicu peningkatan suhu tubuh secara keseluruhan.
Masyarakat dapat memilih alas kaki dengan sirkulasi udara yang baik atau menggunakan kaos kaki berbahan katun tipis untuk menyerap kelembapan. Area kaki yang tetap kering dan sejuk memberikan efek psikologis yang menenangkan dan membuat langkah kaki terasa lebih ringan.
Menjaga kenyamanan dari ujung kepala hingga ujung kaki memastikan masyarakat dapat menjalani rutinitas harian dengan tetap fokus dan penuh semangat hingga waktu berbuka tiba.
(*Sr)
Tag:
#Berita Kalbar
#kesehatan ramadan
#baju adem saat puasa
#tips fashion ramadan
#pakaian sejuk puasa
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.