Titik Api Baru Bermunculan, Petugas Berjibaku Redam Karhutla di Kubu Raya
Faktakalbar.id, KUBU RAYA –
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten
Kubu Raya
, hingga kini masih terus berlangsung dan eskalasinya semakin meluas.
Sejumlah titik api baru dilaporkan kembali muncul dan menghanguskan kawasan lahan gambut, salah satunya berlokasi di wilayah Kecamatan Rasau Jaya pada Senin (2/3/2026).
Baca Juga:
Lahan 7,2 Hektare Terbakar, Polres Segel TKP Karhutla di Kubu Raya Pakai Garis Polisi
Titik kebakaran di wilayah Rasau Jaya terpantau kembali kebakaran Lahan dan cukup luas dengan kondisi vegetasi yang kering akibat cuaca panas dalam beberapa hari terakhir.
[caption id="attachment_77131" align="aligncenter" width="1280"]
Petugas Brigade Dalkarhutla KPH Wilayah Kubu Raya berjibaku memadamkan titik api kebakaran lahan gambut di Kecamatan Rasau Jaya di tengah cuaca panas. (Dok. HO/Faktakalbar.id)[/caption]
Asap tebal terlihat membumbung tinggi dan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
Kepala Regu Brigade Dalkarhutla KPH Wilayah Kubu Raya, Florensius Loren menjelaskan bahwa kerusakan akibat karhutla kali ini tergolong parah karena lokasi terjadi dilahan gambut lagi.
Ia menyebutkan, kondisi lahan yang mudah terbakar serta tiupan angin mempercepat penyebaran api ke area sekitarnya.
“Kerusakan cukup parah karena api cepat merambat di lahan kering. Selain itu, sumber air cukup jauh dari titik kebakaran, sehingga menyulitkan proses pemadaman,” ujar Floren saat ditemui di lokasi.
Ia menambahkan, jauhnya akses sumber air membuat personel harus menarik selang dengan jarak yang cukup panjang. Hal tersebut berdampak pada tekanan air yang tidak maksimal saat proses penyemprotan ke titik api.
Baca Juga:
Padamkan 6 Titik Api di Selakau Timur, Tim Gabungan Cegah Meluasnya Karhutla di Sambas
Meski dihadapkan pada cuaca panas ekstrem dan kondisi medan yang berat, para personel tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Bahkan, di tengah upaya pemadaman, para petugas yang beragama Islam tetap menjalankan ibadah puasa.
“Walaupun cuaca panas dan medan cukup berat, anggota tetap semangat. Mereka tetap menjalankan ibadah puasa sambil bertugas memadamkan api,” tambahnya.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.