Sejarah Baru, Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Ditargetkan Tiba di Indonesia Sebelum Oktober 2026
Faktakalbar.id, JAKARTA
– Rencana Indonesia untuk memiliki kapal induk pertama semakin menemui titik terang.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (
KSAL
) Laksamana TNI Muhammad Ali menargetkan kapal induk buatan Italia,
Giuseppe Garibaldi
, dapat tiba di tanah air sebelum perayaan HUT TNI pada 5 Oktober 2026 mendatang.
Baca Juga:
Perkuat Armada Laut Indonesia, Kapal ITS Giuseppe Garibaldi Diberangkatkan dari Italia
Hal tersebut diungkapkan KSAL dalam jumpa pers di
Markas Pusat Polisi Militer (Puspom) AL
, Jakarta Pusat.
Meski demikian, ia mengakui bahwa proses akuisisi masih terus berjalan.
"Untuk Garibaldi, masih dalam proses ya. Harapannya bisa sampai di Indonesia sebelum HUT TNI,"
kata Laksamana TNI Muhammad Ali, Jumat (13/2/2026).
Ali menjelaskan, saat ini pemerintah melalui Kementerian Pertahanan tengah melakukan negosiasi intensif dengan galangan kapal Italia, Fincantieri, selaku produsen.
Negosiasi juga dilakukan secara
G-to-G
(antar-pemerintah) dengan Angkatan Laut Italia selaku pengguna sebelumnya.
Fokus untuk Misi Kemanusiaan
Terkait penggunaannya, Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul menjelaskan bahwa kehadiran Giuseppe Garibaldi diproyeksikan untuk mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
"Kapal Induk tersebut akan digunakan dalam pelaksanaan OMSP,"
ujar Tunggul.
Fungsi OMSP mencakup misi kemanusiaan dalam situasi darurat, seperti evakuasi korban bencana alam skala besar maupun pengiriman pasukan perdamaian ke daerah konflik.
Kapal ini dinilai sangat cocok karena memiliki daya jelajah tinggi dan kapasitas angkut logistik yang masif.
Kendati demikian, Tunggul tidak menutup kemungkinan kapal tersebut tetap digunakan untuk misi tempur jika situasi mendesak.
Baca Juga:
Indonesia Akuisisi Kapal Induk Italia, Garibaldi Akan Jadi Pangkalan Drone
Spesifikasi Gahar
Sebagai informasi, Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter dan ditenagai mesin penggerak super yang mampu memacu kapal hingga kecepatan 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam.
Dari sisi persenjataan, kapal pengangkut pesawat tempur ini dilengkapi radar
jamming
serta sistem pertahanan mumpuni, seperti peluncur rudal anti-pesawat, meriam
Oto Melara
, hingga tabung torpedo.
Pabrikan pembuatnya, Fincantieri, juga memiliki rekam jejak kerja sama dengan Indonesia lewat pembangunan dua KRI baru TNI AL, yakni
KRI Brawijaya-320
dan
KRI Prabu Siliwangi-321
.
(FR)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.