faktakalbar

Cegah Penambang 'Kucing-kucingan', TNI Pasang Badan Blokade Tambang Ilegal Halimun Salak

Penulis: Redaksi Friday, 05 December 2025 📖 1 menit
Cegah Penambang 'Kucing-kucingan', TNI Pasang Badan Blokade Tambang Ilegal Halimun Salak
Faktakalbar.id, LEBAK - Upaya penyelamatan "paru-paru" Jawa bagian barat dilakukan dengan tindakan tegas. Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan ( Satgas PKH ) disiagakan penuh untuk memblokade akses masuk ke lokasi Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak , Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (03/12/25). Baca Juga:   Jangan Asal ‘Teken’, Ini 5 Bacaan yang Wajib Dibaca Pejabat Sebelum Obral Izin Tambang Penjagaan ketat ini dilakukan sebagai langkah kunci untuk memastikan area konservasi tersebut benar-benar steril. Kehadiran fisik prajurit di lapangan bertujuan memutus siklus "kucing-kucingan", di mana para penambang ilegal kerap kembali masuk dan merusak hutan begitu operasi penertiban usai. Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud komitmen negara dalam memulihkan fungsi ekologis kawasan. Taman Nasional Gunung Halimun Salak memegang peranan vital sebagai hulu daerah aliran sungai yang menyuplai kebutuhan air bagi jutaan warga di Jawa Barat dan Banten. “Penertiban ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mengembalikan fungsi kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak sebagai ruang konservasi yang terlindungi,” demikian pernyataan resmi pihak kementerian. Baca Juga:  Ancam Pariwisata, KPK dan DPR Minta Tambang Emas Ilegal di Pulau Sebayur Ditutup Ke depan, strategi penindakan terhadap PETI tidak akan kendor. Patroli rutin dan penegakan hukum pidana akan terus diperkuat guna menyeret para pelaku perusakan hutan ke meja hijau, memastikan kawasan penyangga kehidupan ini tidak hancur demi keuntungan segelintir pihak. (ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK