Tolak Intoleransi, Ratusan Massa Desak Aparat Tindak Tegas Oknum Penghalang Pembangunan Gereja di Kubu Raya
Faktakalbar.id,
PONTIANAK –
Ratusan massa yang terdiri dari gabungan organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP), aliansi masyarakat sipil, dan mahasiswa menggelar aksi damai di depan Markas Kepolisian Daerah (
Mapolda
) Kalimantan Barat pada Senin, (21/7/2025).
Aksi ini bertujuan mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum-oknum yang diduga menghalangi proses pembangunan gereja di Desa Kapur, Kabupaten Kubu Raya.
Baca Juga:
Isu Penolakan Direspons, Pemkab Kubu Raya Jamin Kelanjutan Pembangunan Gereja
Demonstrasi damai tersebut dimulai dari Kantor Gubernur Kalbar, kemudian bergerak menuju Gedung DPRD Provinsi Kalbar, sebelum berakhir di Mapolda Kalbar.
Di Mapolda, mereka secara resmi menyampaikan laporan serta tuntutan hukum terhadap para pelaku yang dinilai telah melakukan tindakan intoleran.
Rusliyadi, yang bertindak sebagai kuasa hukum aliansi aksi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah secara resmi melaporkan dugaan tindakan diskriminatif yang menghambat pembangunan rumah ibadah tersebut.
Ia menekankan betapa krusialnya menjaga kerukunan antarumat beragama yang selama ini telah terjalin dengan baik di Kalimantan Barat.
Menurutnya, segala bentuk intoleransi sangat bertentangan dengan nilai-nilai luhur Pancasila.
"Kami menuntut agar ketertiban dan toleransi yang selama ini terjaga tidak dicederai oleh segelintir pihak yang menolak keberadaan tempat ibadah. Negara wajib hadir menindak pelaku intoleransi.” ujar Rusliyadi.
Dalam orasi yang disampaikannya, Ketua Aliansi Aksi, Endro Olianus, menyuarakan kekecewaan mendalam atas sikap beberapa pihak yang mencoba merusak tatanan sosial masyarakat Kalbar yang harmonis.
Baca Juga:
Bupati Sujiwo Tegas Sikapi Isu Penolakan Pembangunan Rumah Ibadah di Kubu Raya
Massa aksi berharap laporan terkait pembangunan gereja di Kubu Raya ini dapat segera diproses oleh kepolisian untuk mencegah eskalasi konflik dan menjaga kondusivitas daerah.
"Kami beri waktu kepada Polda Kalbar untuk menindaklanjuti laporan kami. Jangan biarkan benih-benih intoleransi tumbuh dan merusak persatuan di Kalimantan Barat.” tegas Endro Olianus.
Endro juga menegaskan bahwa jika laporan mereka tidak ditindaklanjuti secara serius dan tegas oleh aparat, mereka siap untuk menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang jauh lebih besar.
Baca Juga:
Gereja Santa Klara di Kubu Raya Dibobol, Barang Liturgi Hilang
Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada keterangan resmi yang dikeluarkan oleh pihak Polda Kalimantan Barat terkait laporan yang telah disampaikan oleh aliansi tersebut.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.