faktakalbar

Tudang Manre Sipulung: Tradisi Bugis Pererat Kebersamaan Warga di Pontianak

Penulis: Redaksi Monday, 09 March 2026 📖 1 menit
Tudang Manre Sipulung: Tradisi Bugis Pererat Kebersamaan Warga di Pontianak
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Ratusan warga duduk bersila dan berbagi cerita dalam tradisi makan bersama masyarakat Bugis, Tudang Manre Sipulung 2026, yang digelar oleh Forum Komunikasi Orang Bugis Kalimantan Barat di Hotel Ibis, Jalan Ahmad Yani, Minggu (08/03/2026). Baca Juga:   Stok Bahan Pokok Aman, Edi Rusdi Kamtono Imbau Warga Pontianak Tidak Panic Buying Kegiatan yang dilaksanakan bertepatan dengan bulan Ramadan ini menjadi simbol kebersamaan, persaudaraan, dan rasa syukur. Dalam bahasa Bugis, tudang berarti duduk, manre berarti makan, dan sipulung berarti bersama. Di Pontianak, tradisi ini menjadi ruang pertemuan lintas komunitas untuk merawat identitas budaya. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai tradisi ini merupakan cerminan kuatnya nilai kebersamaan masyarakat yang hidup dalam keberagaman. Ia merujuk pada filosofi Bugis " sipakatau, sipakatalebbi, sipakainge " yang bermakna saling memanusiakan, menghormati, dan mengingatkan. “Pontianak ini kota yang dihuni oleh berbagai suku dan budaya. Tradisi seperti Tudang Manre Sipulung menunjukkan bagaimana budaya dapat menjadi perekat persaudaraan sekaligus memperkaya kehidupan masyarakat,” ujarnya. Edi menambahkan bahwa kegiatan budaya yang dibalut aksi sosial ini mencerminkan nilai gotong-royong yang telah lama mengakar di Kalimantan Barat. Baca Juga:   Wali Kota Pontianak Ajak Ribuan Bikers Jadi Pelopor Keselamatan Jalan Raya “Selain melestarikan tradisi, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi dan berbagi kepada sesama, apalagi dilaksanakan di bulan Ramadan yang penuh berkah,” tambahnya. Acara diawali dengan pertunjukan musik dan tarian khas Bugis sebelum memasuki waktu berbuka. Berbagai kuliner otentik disajikan, mulai dari jalangkote, bolu peca, hingga hidangan utama seperti burasa, coto Makassar, dan kopi Toraja Sapan. Sebagai penutup, es pisang ijo dan saraba turut disajikan untuk melengkapi momen berbuka puasa. Saat azan Magrib berkumandang, seluruh peserta secara serempak menyantap hidangan dalam suasana tanpa sekat. Di tengah modernisasi, Tudang Manre Sipulung tetap menjadi jembatan penghubung antar-generasi dalam menjaga silaturahmi di Kota Pontianak. (FR)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK