faktakalbar

Tragedi Musala Al Khoziny: Pembersihan Puing Tahap Akhir, Pencarian 10 Korban Terus Berlanjut

Penulis: Redaksi Tuesday, 07 October 2025 📖 2 menit
Tragedi Musala Al Khoziny: Pembersihan Puing Tahap Akhir, Pencarian 10 Korban Terus Berlanjut
Faktakalbar.id, SIDOARJO – Proses penanganan pasca insiden Musala Al Khoziny yang runtuh di Sidoarjo kini telah memasuki tahap akhir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) menargetkan seluruh proses pembersihan puing bangunan akan rampung hari ini, Senin (6/10/2025), untuk mempercepat penyelesaian seluruh rangkaian operasi SAR gabungan. Baca Juga: Tragedi Musala Ponpes Al Khoziny: Korban Jiwa Bertambah Jadi 14 Orang, 49 Santri Masih Dicari Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, yang memimpin langsung operasi di lapangan, menjelaskan bahwa alat berat dikerahkan secara intensif. Sebuah breaker excavator bertugas memecah beton berukuran besar, yang kemudian diangkut oleh bucket excavator ke dalam dump truk untuk dipindahkan dari lokasi. “Hari ini kita harapkan akan selesai pembersihan dan evakuasi,” kata Budi saat meninjau lokasi kejadian. Berdasarkan informasi yang dihimpun tim kaji cepat, diperkirakan masih ada jenazah yang tertimbun di bawah reruntuhan. Meski jumlah pastinya belum diketahui, angka tersebut diduga tidak jauh berbeda dari data orang hilang yang dilaporkan oleh pihak pondok pesantren. “Diperkirakan tinggal 10 orang lagi yang sampai saat ini masih dalam proses pencarian,” ungkap Budi. Total Korban Jiwa Mencapai 53 Orang Hingga pukul 14.45 WIB, data terbaru menunjukkan jumlah korban meninggal dunia akibat insiden Musala Al Khoziny ini telah mencapai 53 orang. Gedung musala empat lantai yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo ini runtuh secara tiba-tiba dan menimbulkan banyak korban. Baca Juga: Korban Tewas Gedung Ponpes Sidoarjo Ambruk Bertambah Jadi 7 Orang Selain korban meninggal, rincian data lainnya mencatat 10 orang masih dalam pencarian, 6 orang dalam perawatan intensif, dan 97 orang telah selesai menjalani perawatan medis. Tim SAR gabungan juga menemukan lima potongan tubuh yang saat ini sedang dalam proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) di Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya. Peristiwa tragis ini menjadi bencana dengan korban jiwa terbanyak sepanjang periode Januari hingga Oktober 2025. Diharapkan, insiden ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak mengenai perencanaan, pengawasan, dan evaluasi pembangunan, serta pentingnya manajemen kesiapsiagaan masyarakat. “Di sepanjang tahun 2025, ini menjadi bencana dengan korban yang paling besar menurut data BNPB,” pungkas Budi. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK