Tragedi Wittenoom: Kota Beracun yang Dihapus dari Peta Australia Akibat Paparan Asbes
Faktakalbar.id, LIFESTYLE –
Sebuah kota di
Australia
Barat kini resmi menjadi "kota hantu" yang tidak lagi ditemukan di dalam peta negara tersebut.
Wittenoom, yang dulunya merupakan kota pertambangan aktif, kini menjadi simbol bencana kesehatan paling mematikan dalam sejarah Australia akibat paparan asbes biru (
crocidolite
).
Bencana ini bermula dari aktivitas pertambangan asbes yang dilakukan tanpa standar keselamatan memadai, hingga menyebabkan kematian sekitar 4.000 pekerja tambang.
Risiko kesehatan yang sangat tinggi memaksa pemerintah setempat mengambil langkah drastis untuk menutup total area tersebut.
Baca Juga:
Perkuat Pertahanan, Australia Kucurkan Rp46 Triliun untuk Proyek Kapal Selam Nuklir AUKUS
Mengapa Wittenoom Dihapus dari Peta?
Langkah menghapus nama Wittenoom dari peta dilakukan pemerintah Australia Barat bukan tanpa alasan.
Hal ini bertujuan untuk mencegah orang-orang datang dan tinggal di sana, mengingat kontaminasi asbes di lokasi tersebut bersifat permanen dan sangat berbahaya bagi kesehatan.
Bangunan-bangunan yang tersisa telah dirobohkan, dan akses ke lokasi tersebut kini terlarang bagi siapa pun. Pelanggar yang nekat memasuki kawasan ini dapat dikenakan denda hingga 500 dolar Australia.
Jejak Bahaya yang Tertinggal
Meskipun tambang
asbes
telah ditutup sejak tahun 1966, Wittenoom sempat tetap beroperasi sebagai kota selama beberapa dekade berikutnya.
Fasilitas sekolah baru benar-benar ditutup pada 1985, bahkan acara balapan kuda masih sempat digelar di sana hingga tahun 1991.
Kini, dampak paparan asbes tersebut masih terus menghantui.
Melita Markey, Kepala Eksekutif
Asbestos Disease Society of Australia
, memperingatkan bahwa paparan asbes tidak dapat ditarik kembali.
Penyakit seperti
mesothelioma
—sejenis kanker langka yang berkaitan langsung dengan asbes—bahkan kini ditemukan menyerang kalangan remaja di Australia.
Peringatan bagi Wisatawan
Meskipun dilarang, masih ada beberapa wisatawan yang nekat berkunjung ke lokasi ini demi konten media sosial. Kepolisian dan otoritas perencanaan setempat menegaskan bahwa Wittenoom bukanlah destinasi wisata.
"Melakukan hal itu akan membuat individu terpapar risiko kesehatan serius yang terkait dengan kontaminasi asbes," tegas pihak Departemen Perencanaan, Pertanahan, dan Warisan setempat.
Wittenoom kini berdiri sebagai pengingat kelam tentang bagaimana kelalaian standar keselamatan kerja dapat menghancurkan sebuah peradaban kecil dan menyisakan luka kesehatan yang permanen bagi generasi mendatang.
Baca Juga:
Pererat Hubungan Bilateral, Presiden Prabowo dan PM Australia Sepakati Perjanjian Keamanan Bersejarah
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.