Tuntut Efisiensi, Mahasiswa Desak TPP Sekda dan Kadis se-Mempawah Dihapus
Faktakalbar.id, MEMPAWAH
- Persatuan Mahasiswa Mempawah (
PRISMA
) menggelar Mimbar Bebas di kawasan
Waterfront Taman Mempawah
, Sabtu (8/11/25).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menuntut efisiensi anggaran dengan mendesak penghapusan tunjangan tambahan penghasilan (TPP) bagi Sekda dan Kepala Dinas se-
Kabupaten Mempawah
, Minggu (9/11/25).
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan ini menjadi wadah kritik konstruktif mahasiswa terhadap kinerja pemerintah daerah.
Baca Juga:
Daftar 18 Proyek Hilirisasi, dari Bauksit Mempawah Hingga Aspal Buton
Tuntutan penghapusan TPP tersebut merupakan satu dari enam poin utama yang disuarakan PRISMA.
Adapun lima tuntutan lainnya yakni, mendesak keterbukaan informasi publik serta perkembangan media digital Pemda dan OPD, meminta solusi konkret terkait pemangkasan Transfer Ke Daerah (TKD), dan mendorong pemerataan percepatan pembangunan infrastruktur.
Selain itu, mahasiswa juga menuntut transparansi audit terhadap seluruh pemerintahan desa se-Kabupaten Mempawah, serta mendesak evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik di setiap OPD.
Ketua umum PRISMA, Riko Muharandi, dalam orasinya menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar kritik, melainkan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap arah pembangunan daerah.
“Kami berdiri di sini bukan untuk menentang pemerintah, tapi untuk mengingatkan bahwa transparansi, pemerataan, dan keberpihakan pada rakyat kecil adalah roh dari pemerintahan yang berdaulat,”
tegas Riko.
Baca Juga:
Mahasiswa Mempawah Deklarasikan PRISMA, Wadah Baru untuk Kontribusi Daerah
Sementara itu, Kabid PSDM PRISMA, Fajar Arifin menambahkan dalam orasinya: "
dari segi pendidikan juga tak akan luput, kami akan mengusahakan pemuda mempawah mendapatkan bantuan untuk menempuh pendidikan tinggi, kami akan beraudiensi lebih lanjut dengan pemkab terkait hal ini, dan nantinya para pemuda mempawah akan kami bimbing agar mereka mendapatkan beasiswa itu.
"
"kami juga meminta maaf kepada masyarakat mempawah jika selama berjalannya mimbar bebas tadi mengganggu jalannya aktivitas mereka, meski begitu kami sangat membutuhkan uluran tangan serta rasa percaya dari masyarakat agar kami dapat menyuarakan aspirasi mereka hinggah sampai dan menemukan titik terang dari pemerintah,"
tambahnya.
Kegiatan mimbar bebas yang dihadiri puluhan mahasiswa dan pemuda dari berbagai kecamatan ini berlangsung kondusif dengan pengamanan dari aparat kepolisian setempat.
(Ra)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.