faktakalbar

Uji Coba Alat Peringatan Dini Tsunami Dilakukan di Mataram

Alat peringatan dini tsunami yang terpasang di Kawasan Wisata Taman Loang Baloq, Kelurahan Tanjung Karang, Kota Mataram, kembali menjalani pengujian operasional guna memastikan kesiapannya dalam menghadapi ancaman bencana pesisir. Pemeriksaan infras…

Penulis: Natash Saturday, 25 July 2026 📖 1 menit
Uji Coba Alat Peringatan Dini Tsunami Dilakukan di Mataram
Suasana saat uji coba sirene peringatan dini tsunami di Kawasan Wisata Taman Loang Baloq Kelurahan Tanjung Karang, Kota Mataram, NTB pada Jumat (24/7). (Dok. Ist)

Alat peringatan dini tsunami yang terpasang di Kawasan Wisata Taman Loang Baloq, Kelurahan Tanjung Karang, Kota Mataram, kembali menjalani pengujian operasional guna memastikan kesiapannya dalam menghadapi ancaman bencana pesisir.

Pemeriksaan infrastruktur penanggulangan bencana tersebut dilakukan secara langsung oleh jajaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) seusai melangsungkan rapat koordinasi regional di Kota Mataram pada Jumat (24/7/2026).

Langkah pengujian ini bertujuan untuk memastikan kelayakan sistem sensor serta keterjangkauan sinyal bahaya bagi masyarakat di wilayah pesisir Mataram.

Berdasarkan pengujian teknis di lokasi, sistem sirene terbukti masih beroperasi normal dan mengeluarkan sinyal peringatan secara optimal.

Perangkat peringatan dini yang telah terpasang sejak tahun 2025 tersebut berfungsi mendeteksi ancaman gelombang serta memicu sinyal evakuasi secara otomatis.

Sistem peralatan tersebut terhubung secara langsung dengan jaringan sensor deteksi guncangan gempa bumi serta pemantauan pergerakan muka air laut.

Selain beroperasi secara otomatis saat terjadi gangguan teknis atau bencana, perangkat alat peringatan dini tsunami ini juga dapat diaktifkan melalui opsi manual oleh petugas.

Paparan suara sirene hasil pengaktifan perangkat dilaporkan mampu menjangkau radius pendengaran hingga jarak 2 sampai 3 kilometer dari lokasi pemancar.

Prosedur pemeliharaan serta pemantauan rutin terhadap fasilitas sistem peringatan dini tersebut terus dijalankan secara berkala oleh petugas di daerah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama aparat keamanan setempat menjadwalkan aktivasi uji coba sirene secara rutin pada tanggal 26 setiap bulannya.

Pengujian berkala ini dijalankan untuk memastikan seluruh komponen kelistrikan dan mekanisme pemancar tetap berada dalam kondisi siap pakai kapan saja.

Keberadaan infrastruktur penyelematan ini diharapkan dapat memberikan jeda waktu evakuasi mandiri yang cukup bagi warga pesisir ketika potensi gelombang tsunami terdeteksi.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK