Catat Rentetan Bencana dari Sambas hingga Jatim, BNPB Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem 3 Hari ke Depan
Faktakalbar.id, NASIONAL -
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (
BNPB
) melalui Pusat Pengendalian Operasi (PUSDALOPS) merilis laporan terkini mengenai update bencana BNPB dan perkembangan situasi di tanah air.
Data ini dihimpun mulai Rabu (10/12) hingga Kamis (11/12) pukul 07.00 WIB.
Baca Juga:
Update Bencana BNPB: Banjir, Longsor, dan Angin Kencang Landa NTB, Jatim, Jabar, dan Malut
Laporan tersebut mencatat sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan gelombang pasang yang melanda beberapa wilayah di Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Sulawesi, hingga Kalimantan.
Banjir Rob Meluas di Sambas
Salah satu sorotan utama dalam laporan ini adalah banjir rob yang terjadi di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
Curah hujan yang terjadi terus-menerus disertai pasang air laut memicu genangan sejak Senin (8/12).
Berdasarkan data BNPB, dampak kejadian ini cukup luas mencakup 12 kecamatan.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Selakau, Pemangkat, Tebas, Tangaran, Sebawi, Teluk Keramat, Paloh, Sajingan Besar, Jawai Selatan, Jawai, Sambas, dan Sejangkung.
Sebanyak 160 Kepala Keluarga (KK) dilaporkan terdampak dengan kerugian material mencakup 160 unit rumah dan satu fasilitas pendidikan.
Tinggi muka air bervariasi antara 30 hingga 80 sentimeter. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat terus melakukan monitoring dan pendataan.
Hingga laporan ini dirilis, kondisi air di beberapa titik seperti Desa Parit Baru masih menggenang dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter.
Banjir di Riau dan Jawa Timur
Selain Kalimantan Barat, banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, pada Rabu (10/12).
Luapan Sungai Emping akibat hujan deras merendam Desa Silam di Kecamatan Kuok.
Sebanyak 83 KK atau 254 jiwa terdampak, dengan kerugian material 83 unit rumah dan satu fasilitas pendidikan.
BPBD Kampar telah memasang tenda pengungsian, dan kondisi air dilaporkan berangsur surut.
Di Pulau Jawa, banjir melanda Desa Bagorejo, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Rabu (10/12) siang.
Baca Juga:
Update Bencana BNPB: Puting Beliung Terjang Talaud, Cuaca Ekstrem di Morotai, Banjir Rob Landa Tanggamus
Hujan lebat menyebabkan 150 unit rumah terendam dengan ketinggian air mencapai 80 sentimeter. Hingga kini, genangan di pemukiman warga belum surut sepenuhnya.
Sementara itu, bencana banjir di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, yang terjadi sejak akhir November dilaporkan telah surut, dan petugas gabungan kini fokus pada pembersihan material sisa banjir.
Di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, gelombang pasang air laut masih menggenangi pemukiman warga di Kecamatan Tangkisung dan Kintap, berdampak pada 51 KK.
Peringatan Dini Cuaca Tiga Hari Kedepan
BNPB juga menyampaikan prakiraan cuaca untuk tiga hari ke depan. Kondisi cuaca di Indonesia umumnya didominasi berawan hingga hujan ringan.
Namun, kewaspadaan perlu ditingkatkan terhadap potensi hujan intensitas sedang di sejumlah wilayah, termasuk Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.
BNPB memberikan imbauan tegas kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
“BNPB mengimbau menjauhi wilayah terbuka ketika terjadi hujan yang disertai petir dan angin kencang, serta menjauhi pohon, bangunan dan infrastruktur yang sudah rapuh. Cek saluran air atau drainase secara berkala dan tetap tenang dan siaga menghadapi perubahan cuaca, serta pahami langkah evakuasi mandiri jika diperlukan,” tulis keterangan resmi BNPB dalam update bencana BNPB tersebut.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.