faktakalbar

Update Bencana Terkini: BNPB Rilis Data 24 Kejadian di Berbagai Wilayah Indonesia

Penulis: Redaksi Monday, 15 September 2025 📖 2 menit
Update Bencana Terkini: BNPB Rilis Data 24 Kejadian di Berbagai Wilayah Indonesia
Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) merilis data terbaru mengenai situasi bencana di Indonesia. Dalam kurun waktu 13-14 September 2025, tercatat 24 kejadian bencana, dengan delapan di antaranya menimbulkan dampak signifikan. Kejadian ini didominasi oleh bencana hidrometeorologi, yaitu banjir dan tanah longsor. Di DKI Jakarta, hujan deras pada Jumat (12/9) menyebabkan tiga kali utama meluap: Kali Pesanggrahan, Kali Krukut, dan Kali Grogol. Baca Juga: Kepala BNPB Pimpin Langsung Penanganan Banjir Bali, Perintahkan Pencarian Korban Hilang Dipercepat Banjir melanda empat kecamatan di Jakarta Selatan dan satu di Jakarta Timur, yaitu Cilandak, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, Pesanggrahan, dan Kramat Jati. Sebanyak 1.832 jiwa terdampak, 215 di antaranya sempat mengungsi, dan 688 rumah terendam. "Saat ini banjir sudah surut seluruhnya dan warga yang mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB. Bencana serupa juga terjadi di Kota Semarang, Jawa Tengah. Pondasi bangunan pabrik es longsor dan merusak empat rumah warga, satu di antaranya rusak berat. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (10/9) ini memaksa 25 jiwa mengungsi. Beruntung, tidak ada korban jiwa. Penanganan darurat masih dilakukan oleh BPBD Kota Semarang dan instansi terkait. Kerugian dan Upaya Penanganan Bencana di Bali dan Nagekeo BNPB juga memperbarui data penanganan bencana di daerah lain. Di Provinsi Bali, data terbaru hingga Minggu (14/9) pukul 07.00 WIB menunjukkan 17 korban jiwa meninggal dunia dan 5 orang masih dinyatakan hilang akibat banjir. Baca Juga: Wapres Gibran Tinjau Penanganan Banjir di Bali, BNPB Pastikan Bantuan untuk Korban Proses pencarian masih terus dilakukan oleh Basarnas dan OPD setempat, sementara air dilaporkan sudah surut di seluruh lokasi terdampak. Presiden Prabowo juga telah meninjau langsung penanganan darurat di sana. "Proses pencarian masih dilakukan oleh Basarnas dan opd terkait. Banjir dilaporkan sudah surut di seluruh lokasi terdampak," terang narasumber dari BNPB. Sementara itu, bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (8/9) masih menyisakan duka. Hingga Minggu (14/9) pagi, tiga orang masih hilang. Upaya pencarian dipusatkan di sepanjang kali Desa Sawu hingga muara. Banjir bandang di Nagekeo juga menyebabkan 5 korban jiwa meninggal dunia dan 3 orang luka-luka. Total 93 rumah hanyut, dengan Desa Sawu menjadi lokasi terparah, di mana 53 unit rumah terbawa arus. Kendala utama penanganan adalah terputusnya saluran komunikasi dan sulitnya akses jalan. Bupati Nagekeo telah menetapkan status tanggap darurat bencana cuaca ekstrem hingga 30 September 2025. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan diperkirakan akan datang lebih awal. Baca Juga: Bali Diterjang Banjir dan Longsor: 14 Jiwa Meninggal, Ratusan Warga Mengungsi Intensitas hujan sedang hingga lebat masih terjadi di beberapa wilayah pada 8-10 September 2025, bahkan mencapai kategori ekstrem di beberapa daerah. Oleh karena itu, BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi untuk menghadapi potensi bahaya ini. "Kami mengimbau kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan akan bahaya bencana hidrometeorologi basah yang bisa terjadi kapan saja," ujar perwakilan dari BNPB. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK