Update Evakuasi Musala Al Khoziny: Korban Jiwa Bertambah Jadi 49 Orang, 14 Masih Dicari
Faktakalbar.id, SIDOARJO –
Tim SAR gabungan
terus bekerja tanpa henti dalam operasi pencarian dan pertolongan korban robohnya gedung Musala Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.
Hingga Minggu (5/10) malam, proses pembersihan puing-puing material telah mencapai 80 persen, membuka jalan bagi penemuan korban-korban lainnya.
Baca Juga:
Pakar ITS Sebut Konstruksi Ponpes Al Khoziny Gagal Total: Kolom Utama Melengkung, Tak Sesuai Standar
Dengan mengerahkan satu unit
breaker excavator
penghancur beton dan dua
bucket excavator
, tim secara bertahap berhasil mengangkat reruntuhan.
Upaya ini difokuskan untuk memudahkan proses evakuasi jenazah para korban yang masih terperangkap di bawah material bangunan.
Update Jumlah Korban Terkini
Kerja keras tim di lapangan membuahkan hasil signifikan. Sepanjang hari Minggu, terhitung sejak pukul 00.00 WIB hingga 23.30 WIB, sebanyak 24 jenazah dan empat potongan tubuh berhasil dievakuasi.
Penemuan ini menambah akumulasi data korban meninggal dunia menjadi 49 orang, sedangkan jumlah bagian tubuh yang ditemukan menjadi lima potongan.
Seluruh jenazah dan bagian tubuh itu telah dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Surabaya untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Baca Juga:
Tragedi Musala Ponpes Al Khoziny: Korban Jiwa Bertambah Jadi 14 Orang, 49 Santri Masih Dicari
Dengan temuan tersebut, jumlah korban yang masih dalam pencarian kini menyusut menjadi 14 orang.
Sementara itu, total korban yang ditemukan dalam kondisi selamat mencapai 104 orang, dengan rincian 6 orang masih dalam perawatan intensif, 97 orang telah selesai dirawat, dan satu orang telah kembali ke rumah.
Kendala Baru Muncul di Lokasi Reruntuhan
Setelah sebagian besar material berhasil diangkat, tim SAR gabungan dihadapkan pada kendala teknis yang baru. Ditemukan ada bagian reruntuhan bangunan musala yang masih terhubung dengan gedung lama di sebelahnya. Posisi gedung lama yang berada di sisi selatan ini terlihat miring dan tidak stabil.
Untuk mengatasi tantangan ini, tim mendatangkan konsultan ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Berdasarkan rekomendasi ahli, diputuskan bahwa tim harus membuat struktur penahan pada gedung lama sebelum melakukan proses pemotongan pada bagian yang terhubung.
Fokus Utama Tetap pada Pencarian Korban
Meskipun menghadapi kendala teknis, fokus utama tim SAR gabungan tidak berubah.
Prioritas utama tetap melanjutkan pembersihan material di sektor selatan untuk memaksimalkan penemuan jenazah korban Musala Al Khoziny.
Baca Juga:
Korban Tewas Gedung Ponpes Sidoarjo Ambruk Bertambah Jadi 7 Orang
Tim SAR gabungan yang bertugas 24 jam secara bergantian terus berupaya semaksimal mungkin agar seluruh operasi kemanusiaan ini dapat diselesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.