Update Penanganan Banjir Sumut: Listrik Pulih 97 Persen, Distribusi Logistik ke Barus dan Naipospos Andalkan Helikopter TNI
Faktakalbar.id, SILANGIT –
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (
BNPB
) terus memperbarui data dampak dan upaya penanganan banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera Utara.
Berdasarkan data terkini hingga Jumat (12/12/2025), tercatat jumlah korban meninggal dunia mencapai 343 jiwa, sementara 98 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Baca Juga:
Penanganan Darurat Bencana Sumut Dipercepat, 4,4 Ton Logistik Tambahan Diberangkatkan
Bencana hidrometeorologi ini juga memaksa 53.523 warga mengungsi yang tersebar di 87 titik pengungsian.
Dinamika pergerakan pengungsi terus terjadi, di mana Kabupaten Tapanuli Tengah mencatat penurunan jumlah pengungsi sebanyak 4.717 jiwa.
Sebaliknya, Kabupaten Langkat justru mengalami peningkatan pengungsi yang signifikan, yakni sebanyak 12.275 jiwa.
Percepatan Distribusi Logistik
Guna merespons kebutuhan mendesak di lapangan, Posko Logistik Silangit mengintensifkan pengiriman bantuan.
Pada Jumat ini, sebanyak 8.788 kilogram logistik dikirimkan melalui jalur udara dan darat untuk menjangkau wilayah terdampak seperti Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, hingga Aceh.
Secara kumulatif, total bantuan yang telah disalurkan mencapai 7,296 ton. Mayoritas bantuan berupa kebutuhan pokok seperti beras, mi instan, biskuit, air mineral, serta perangkat komunikasi.
Jalur udara menjadi andalan untuk menembus lokasi terisolir seperti Barus, Siantar Naipospos, dan Rembele di Bener Meriah.
Operasi ini mengandalkan helikopter jenis PK-USO dan BELL-MI-17 milik TNI AD. Meski demikian, cuaca buruk sempat menghambat beberapa pengiriman, termasuk distribusi perangkat Starlink dan sembako ke beberapa titik.
Pemulihan Listrik dan Sinyal
Di sektor infrastruktur, pemulihan jaringan listrik di Sumatera Utara telah mencapai 97 persen.
Kota Sibolga dilaporkan sudah kembali normal sepenuhnya, namun percepatan perbaikan masih dibutuhkan di Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga melaporkan kemajuan signifikan dalam pemulihan sinyal telekomunikasi. Sebanyak 743
Base Transceiver Station
(BTS) telah kembali beroperasi.
Tingkat pemulihan di Sumatera Utara mencapai 96,67 persen, sedangkan di Sumatera Barat mencapai 99,20 persen. Namun, wilayah Aceh masih terkendala pasokan listrik dengan tingkat pemulihan baru mencapai 33,01 persen.
Baca Juga:
BNPB Kebut Pencarian Korban Hilang, Total 303 Orang Meninggal di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Modifikasi Cuaca dan Huntara
Sebagai upaya mitigasi jangka panjang dan menekan risiko bencana susulan, pemerintah mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Dua pesawat dikerahkan dan telah melakukan 25
sortie
dengan total bahan semai mencapai 21.200 kilogram.
Pemerintah juga tengah menyusun dokumen pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak.
Terkait hal ini, BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat proses relokasi, termasuk menyelesaikan status lahan untuk 67 rumah di Kabupaten Humbang Hasundutan.
Menutup laporannya, BNPB mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan dalam proses penanganan banjir dan tanah longsor ini.
“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, longsor, serta cuaca ekstrem. Warga diminta menjauhi bantaran sungai dan lereng curam, mengikuti instruksi petugas di lapangan, memastikan sumber informasi yang diterima adalah resmi dan terverifikasi, serta segera melapor ke posko bila membutuhkan bantuan,” bunyi rilis resmi BNPB.
(*Red)
Tag:
#Bencana Sumatera Utara
#Logistik BNPB
#Pengungsi Sumut
#Pemulihan Infrastruktur
#Banjir Langkat
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.