faktakalbar

Bencana Awal Februari: Banjir Rendam 443 Rumah di Lampung, Longsor Terjang Kupang dan Bandung Barat

Penulis: Redaksi Friday, 06 February 2026 📖 2 menit
Bencana Awal Februari: Banjir Rendam 443 Rumah di Lampung, Longsor Terjang Kupang dan Bandung Barat
Faktakalbar.id, NASIONAL - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali merilis laporan terkini terkait situasi bencana hidrometeorologi di Indonesia. Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB yang dihimpun hingga Kamis (5/2/2026) pagi, fokus penanganan terbagi pada pencarian korban longsor di Jawa Barat serta penanggulangan dampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Lampung. Baca Juga: Waspada Cuaca Ekstrem, BNPB Minta Pemda Siaga Pasca Rentetan Kejadian Bencana Terbaru Sorotan utama tertuju pada progres penanganan tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat yang kini memasuki hari ke-12. Tim SAR gabungan terus mengoptimalkan penggunaan alat berat untuk mencari korban yang masih tertimbun. Hingga Rabu (4/2), jumlah korban jiwa yang berhasil diidentifikasi tercatat sebanyak 68 orang. Selain itu, tim forensik juga tengah bekerja keras mengidentifikasi temuan lain di lapangan. Tercatat ada 21 bodypack berisi jenazah korban yang saat ini masih dalam proses identifikasi mendalam. Di tengah proses pencarian, upaya rehabilitasi mulai berjalan. BPBD Provinsi Jawa Barat melaporkan bahwa warga yang rumahnya berada di luar zona bahaya (zona merah dan kuning) telah diperbolehkan kembali ke kediaman masing-masing. “Pendataan rumah yang terdampak longsor saat ini memasuki tahap verifikasi oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bandung Barat, BPBD Kabupaten Bandung Barat, serta BPBD Provinsi Jawa Barat,” bunyi laporan resmi BNPB. Bencana di Kupang dan Lampung Selain di Pulau Jawa, BNPB juga memantau dampak bencana di wilayah lain. Di Kabupaten Kupang, NTT, tanah longsor melanda Desa Erbaun, Kecamatan Amarasi Barat, akibat hujan deras pada akhir Januari lalu. Insiden ini memaksa 20 Kepala Keluarga (KK) mengungsi. Kerusakan material cukup signifikan dengan rincian 4 unit rumah rusak berat, 8 rusak sedang, dan 8 rusak ringan. BPBD setempat hingga kini masih melakukan asesmen dan penanganan darurat bagi warga terdampak. Sementara itu, di Pulau Sumatera, banjir merendam 14 desa dan kelurahan di Kabupaten Lampung Utara. Baca Juga: Update Bencana 24 Januari 2026: Banjir Terjang Bogor hingga Sumbawa, BNPB Ingatkan Cuaca Ekstrem Meluapnya Sungai Way Rarem memicu genangan air setinggi 10 hingga 50 sentimeter yang berdampak pada 443 unit rumah warga. Kecamatan Kotabumi Selatan dan Kotabumi menjadi wilayah terdampak paling parah dengan ratusan rumah terendam. Menyikapi rentetan kejadian ini, BNPB mengingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem masih mengintai di awal Februari. “BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siaga. Sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir,” tulis imbauan tersebut. Masyarakat diharapkan mematuhi arahan petugas lapangan, termasuk jika diminta melakukan evakuasi mandiri guna menghindari risiko fatal akibat bencana susulan. (Natash)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK