Usai Salat Ied, Gubernur Ria Norsan Sentil Panic Buying BBM dan Siapkan Distribusi Alternatif
Faktakalbar.id,
PONTIANAK
— Pelaksanaan ibadah Salat Idulfitri 1447 Hijriah di
Masjid Raya Mujahidin
Pontianak berlangsung ramai dengan ribuan masyarakat yang memadati area masjid pada Sabtu (21/3/2026).
Usai melaksanakan ibadah, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, memberikan keterangan pers yang tidak hanya membahas makna hari raya, tetapi juga menyentil persoalan antrean
bahan bakar minyak (BBM)
yang tengah viral di media sosial.
Ria Norsan menilai fenomena antrean panjang tersebut dipicu oleh kekhawatiran masyarakat yang berlebihan terhadap ketersediaan stok di lapangan.
"Jadi begini ini karna
panic buying
yah, karena panic masyarakat takut tidak dapat minyak padahal Alhamdulillah cukup, saya sudah koordinasi dengan pertamina untuk SPBU ini supaya di isi semuanya, saya juga minta supaya SPBU melayani 24 jam," ujar Ria Norsan.
Baca Juga:
Antrean BBM di Pontianak Mulai Picu Korban, Dua Warga Adu Pukul hingga Ibu Pingsan
Terkait pengawasan di lapangan, Gubernur menegaskan telah melakukan langkah-langkah koordinasi untuk memastikan operasional penyaluran BBM berjalan maksimal.
Ia juga menyinggung adanya potensi sanksi bagi pihak yang menghambat pelayanan, meski situasi dilaporkan mulai membaik sejak Jumat malam.
"Kita minta tolong dengan SPBU jadi sanksi ada kita berlakukan tapi tadi malam ada bergerak semua SPBU, saya sudah berkoordinasi dengan pertamina insyaAllah saya yakin dalam waktu dua hari sudah terkendali," tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi lebih lanjut guna mengurai kepadatan di SPBU, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyiapkan skema distribusi alternatif di titik-titik keramaian.
"Kita sudah membuat alternatif ke dua mungkin nanti kita adakan drum drum di tempat yang masyarakat banyak antre kita layani mereka dengan drumnya," pungkas Ria Norsan.
Baca Juga:
Atasi Antrean BBM, Wali Kota Pontianak Instruksikan SPBU Beroperasi 24 Jam
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.