faktakalbar

Usut Korupsi di PT Taspen, KPK Panggil Direktur Keuangan dan Akuntansi PT Sinarmas Sekuritas

Penulis: Redaksi Tuesday, 03 September 2024 📖 1 menit
Usut Korupsi di PT Taspen, KPK Panggil Direktur Keuangan dan Akuntansi PT Sinarmas Sekuritas
FAKTA GRUP - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Keuangan dan Akuntansi PT. Sinarmas Sekuritas Julius Sanjaya, Senin 2 September 2024. Pemeriksaan terhadap Julius Sanjaya dalam kapasitasnya sebagak saksi, terkait kasus dugaan korupsi kegiatan investasi PT. Taspen Persero. "Pemeriksaan dilakukan di Gedung KPK Merah Putih, atas nama JS, Direktur Keuangan dan Akuntansi PT Sinarmas Sekuritas," kata Juru Bicara KPK, Tessa Mahardika. Namun, Tessa belum merinci materi pemeriksaan yang ingin didalami penyidik kepada Julius. KPK telah meningkatkan status perkara dugaan korupsi di PT Taspen ke tahap penyidikan. Lembaga antirasuah itu juga sudah menetapkan pihak yang menjadi tersangka. Berdasarkan informasi, pihak yang telah dijerat dalam perkara ini yakni mantan Direktur Utama PT Taspen (Persero) Antonius N. S. Kosasih dan Direktur Utama PT Insight Investments Management Ekiawan Heri Primaryanto. Keduanya juga telah dicegah KPK untuk bepergian ke luar negeri selama enam bulan hingga September 2024. Dalam proses penyidikan kasus ini, tim penyidik juga telah menggeledah kantor PT Taspen (Persero) dan PT Insight Investments Management. Dugaan korupsi investasi fiktif di PT Taspen (Persero) ini berawal dari keinginan agar kinerja perusahaan terlihat bagus. Nilainya disebut sekitar Rp1 triliun. Namun, dalam prosesnya terjadi pelanggaran aturan. PT Taspen diduga melakukan investasi fiktif hingga Rp1 triliun. Dugaannya dana tersebut dialihkan dalam sejumlah bentuk seperti saham hingga sukuk.(ald)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK