faktakalbar

Wabup Minta Polisi Usut Penganiayaan Siswa SMA Taruna

Penulis: Redaksi Tuesday, 10 March 2026 📖 2 menit
Wabup Minta Polisi Usut Penganiayaan Siswa SMA Taruna
Faktakalbar.id, KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menyoroti kasus dugaan penganiayaan terhadap siswa di asrama SMA Taruna Bumi Khatulistiwa. Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto , menegaskan aparat penegak hukum harus memproses kasus tersebut jika dugaan penganiayaan terbukti. “Kalau memang terbukti, tentu harus diproses supaya ada efek jera,” ujar Sukiryanto, Senin (9/3/2026). Kakak tingkat diduga melakukan kekerasan terhadap sekitar 14 siswa kelas XI. Tujuh siswa dari jumlah tersebut sudah melaporkan kejadian ini ke kepolisian. Baca Juga:  Kasus Dugaan Kekerasan Senior Terhadap Junior di SMA Taruna Bumi Khatulistiwa Masuk Tahap Penyelidikan Peristiwa ini terjadi di asrama sekolah pada akhir Februari 2026 sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Polres Kubu Raya saat ini tengah menyelidiki laporan dugaan penganiayaan tersebut. Kuasa hukum korban, Andrean Winoto Wijaya, mengungkapkan para pelaku mengeroyok korban hingga mengakibatkan luka serius. Ia menyebutkan beberapa korban mengalami robek pada bibir hingga behel menembus bagian dalam mulut. Tim hukum juga telah menyerahkan bukti visum kepada polisi dan melayangkan somasi kepada pihak pengelola sekolah untuk meminta pertanggungjawaban. Evaluasi Sistem Pengawasan Asrama Sukiryanto menyayangkan praktik perpeloncoan yang masih terjadi di lingkungan sekolah berasrama. Ia menilai asrama seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa untuk belajar dan tinggal. Ia menekankan para orang tua sudah mempercayakan anak-anak mereka kepada pihak sekolah maupun yayasan untuk mendapat pembinaan selama menempuh pendidikan di asrama. Baca Juga:  14 Siswa SMA Taruna Bumi Khatulistiwa Alami Pengeroyokan “Artinya, keamanan mereka harus benar-benar dijaga,” katanya. Ia menyoroti pentingnya pengawasan di lingkungan sekolah, khususnya di area asrama. Ia meminta pihak pengelola sekolah memperkuat sistem pengawasan untuk mencegah kekerasan antar siswa sejak awal. Ia menyarankan pengelola memasang kamera pengawas atau CCTV di beberapa titik di area asrama. “Sekolah berasrama memang harus ada pengawasan. Minimal ada CCTV di tempat-tempat anak-anak beraktivitas,” jelasnya. Sukiryanto menyatakan kasus kekerasan antar siswa sering kali terjadi di luar jam kegiatan resmi sekolah. Oleh karena itu, ia meminta pengelola memperketat pengawasan setelah kegiatan belajar usai. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap pihak sekolah segera mengevaluasi sistem pembinaan dan pengawasan siswa untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. (*Sr)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK