faktakalbar

Wagub Kalbar Dorong Pemerintah Pusat Alihkan Jalur Nasional di Sanggau ke Rute Alternatif

Penulis: Redaksi Wednesday, 08 April 2026 📖 1 menit
Wagub Kalbar Dorong Pemerintah Pusat Alihkan Jalur Nasional di Sanggau ke Rute Alternatif
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur jalan nasional di Kabupaten Sanggau pasca kecelakaan bus Damri . Ia menekankan perlunya evaluasi mendalam karena jalur yang ada saat ini dinilai tidak lagi memenuhi standar keselamatan bagi pengguna jalan. Kondisi jalur yang berada di kawasan turunan curam dan berbatasan langsung dengan Sungai Kapuas dianggap sangat berisiko tinggi. Krisantus menyebutkan bahwa kerawanan tersebut menjadi ancaman nyata apabila kendaraan mengalami kendala teknis. “Dengan kondisi jalan seperti itu, sedikit saja terjadi kesalahan, kendaraan bisa langsung terjun ke Sungai Kapuas. Ini sangat berisiko,” ujarnya saat diwawancarai di Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (8/4/2026). Baca Juga:  Polisi Gelar Olah TKP, Usut Penyebab Kecelakaan Bus DAMRI di Sanggau Mengingat kewenangan jalur tersebut berada di bawah pemerintah pusat, Krisantus mendesak adanya intervensi segera. Sebagai langkah konkret, ia mengusulkan pengalihan arus lalu lintas ke jalur alternatif di kawasan atas yang dinilai jauh lebih aman dan sudah memiliki rintisan jalan. “Kita dorong agar ada pengalihan jalur. Jangan lagi lewat pinggir sungai, tapi dialihkan ke jalur atas yang lebih aman bagi pengguna jalan,” tegasnya. Selain aspek geografis, faktor lingkungan pemukiman yang padat di sepanjang bahu jalan turut menjadi sorotan. Kedekatan jarak antara rumah warga dengan badan jalan memperbesar potensi kecelakaan, khususnya bagi kelompok rentan. “Halaman rumah warga langsung berbatasan dengan jalan. Anak-anak bisa saja tiba-tiba keluar ke jalan, ini sangat rawan,” katanya. Di sisi lain, Wagub juga meminta agar aspek pengawasan kelaikan kendaraan diperketat. Ia mengharapkan fasilitas jembatan timbang di daerah dapat difungsikan secara optimal sebagai garda depan pemeriksaan standar keamanan armada. “Pengawasan kendaraan harus diperketat. Jembatan timbang itu penting untuk memastikan kendaraan aman beroperasi,” ungkapnya. Baca Juga:  Kronologi Kecelakaan Bus DAMRI di Sanggau Akibat Rem Blong: Sopir Sempat Lapor Perusahaan (Mir)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK