faktakalbar

Wagub Krisantus Pimpin Ratas Kesiapan Nataru, Pastikan Ketersediaan BBM Bagi Masyarakat

Penulis: Redaksi Saturday, 08 November 2025 📖 2 menit
Wagub Krisantus Pimpin Ratas Kesiapan Nataru, Pastikan Ketersediaan BBM Bagi Masyarakat
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menggelar rapat terbatas (Ratas). Fokus utama rapat ini adalah memastikan ketersediaan BBM jelang Nataru, khususnya jenis Solar (JBT). Rapat yang dipimpin Wakil Gubernur Kalimantan Barat , Krisantus Kurniawan, ini berlangsung di Ruang Ruai Telabang Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (7/11/2025). Baca Juga: Pemprov Kalbar Komitmen Tindak Lanjuti Hasil Pengawasan Kemendagri: Fokus Utama Pengelolaan Aset Daerah Hadir pula sejumlah OPD terkait, instansi vertikal, Pertamina, dan Komite BPH Migas. Pertemuan ini memfokuskan pembahasan pada kesiapan ketersediaan BBM subsidi, evaluasi tindak lanjut Instruksi Gubernur mengenai pendistribusian Solar, serta upaya peningkatan PAD melalui Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Dalam arahannya, Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan menyampaikan bahwa Pemprov Kalbar sebelumnya telah menerima aksi damai para sopir truk terkait kelangkaan Solar. Menindaklanjuti hal tersebut, pemerintah daerah telah menetapkan Instruksi Gubernur Kalimantan Barat Nomor 500.10/224/RO-EKON tentang penyediaan, pendistribusian, dan penyaluran Solar di Kalimantan Barat. Ia menyoroti kuota BBM subsidi Kalbar tahun ini yang lebih rendah dari total usulan yang diajukan. “Kuota BBM subsidi untuk Kalbar tahun ini ditetapkan sebesar 474.801 kiloliter, atau 79,33 persen dari total usulan 598.477 kiloliter. Kondisi ini membutuhkan perhatian serius agar penyalurannya tepat sasaran dan tetap stabil selama periode Natal dan Tahun Baru,” tegas Krisantus. Lebih lanjut, Wakil Gubernur menjelaskan bahwa Pemprov Kalbar telah membentuk Tim Pengendalian dan Pengawasan Penyaluran JBT dan JBKP. Baca Juga: Jawab Tantangan Geografis, Pemprov Kalbar Pastikan Keterjangkauan Pangan Lewat GPM Menurutnya, pengawasan di lapangan seringkali menghadapi tantangan, mulai dari deviasi harga yang tinggi antara BBM subsidi dan non-subsidi, potensi penyalahgunaan oleh pihak yang tidak berhak, hingga keterbatasan kontrol saat proses distribusi. “Melalui rapat ini, saya berharap lahir langkah-langkah pengendalian dan pengawasan yang lebih efektif, terutama menghadapi meningkatnya kebutuhan energi menjelang akhir tahun,” ujarnya. Komite BPH Migas, Abdul Halim, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga sebagai badan usaha penugasan BBM subsidi, termasuk rencana tindak lanjut bersama AKR Corporindo. “Secara umum penyaluran BBM di Kalbar selama ini berjalan aman dan lancar. Untuk mengantisipasi kebutuhan pada masa Natal dan Tahun Baru, Pertamina menyiapkan layanan tambahan berupa SPBU siaga, kios Pertamina siaga, motoris, serta mobil tangki standby di titik-titik yang diprediksi mengalami peningkatan mobilitas,” ungkapnya. Halim juga menambahkan bahwa BPH Migas telah mengoperasikan posko pemantauan berbasis CCTV dari Jakarta untuk memonitor potensi kelangkaan, kekurangan pasokan, kemacetan, maupun antrean di berbagai daerah, demi menjamin ketersediaan BBM jelang Nataru. “Dengan sistem ini, kami dapat berkoordinasi langsung dengan para koordinator di daerah apabila terjadi indikasi gangguan distribusi,” ujarnya. (Irf/Ica)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK